Babel Tunggu Rencana Pembentukan Regulasi HPM Timah

  • 27 Jan 2026 13:42 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang-  Pemerintah Provinsi Kepuluan Bangka Belitung (Pemprov Babel) masih menunggu rencana pembentukan regulasi Harga Pokok Minimum (HPM) timah oleh Kementerian ESDM.

Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani mengatakan pemprov masih menunggu kebijakan yang sempat disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada Minggu 25 Januari 2026 kemarin itu.

"Kita tunggu saja petunjuk mereka, supaya timah itu dikontrol harganya," ujar Hidayat Arsani, Selasa 27 Januari 2026.

Hidayat belum memastikan dilibatkannya Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, dalam menyusun regulasi tersebut. 

"Kita tidak tahu apakah kita dilibatkan apa tidak, kita lagi menunggu saja," ucapnya

Ia berharap dengan kebijakan yang nantinya dikeluarkan Kementerian ESDM, dapat menjadi jalan keluar bagi peningkatan perekonomian di Babel. 

"Artinya kita akan memberi masukan kepada Pak Menteri harganya yang sesuai, masukan harganya stabil. Tapi saya yakinlah, Pak Menteri jago dalam hal itu," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI akan segera mengeluarkan kebijakan berupa regulasi terkait dengan harga timah.

Menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, hal itu untuk menjaga harga timah baik, agar rakyat tidak dibohongi serta agar harga timah tidak dibeli dengan murah. 

“Maka, saya akan mengeluarkan harga pokok minimum (HPM) untuk timah," ujar Bahlil. 

Terkait dengan kebijakan ini Kementerian ESDM  sudah melakukan sejumlah koordinasi, termasuk ke Komisi XII DPR RI untuk merealisasikan regulasi tersebut. 

"Jadi menyangkut dengan harga minimum daripada tambang timah, dalam rangka menjaga harga untuk pendapatan rakyat. Saya sebagai Menteri ESDM sudah melakukan komunikasi dengan Komisi 12, dalam waktu tidak lama lagi kita akan membuat regulasinya," ucapnya. 

Bahlil menjelaskan, regulasi nanti merupakan langkah yang memastikan kesejahteraan masyarakat, serta memastikan dampak yang positif bagi negara.

"Jangan pengusahanya bagus, rakyatnya tidak dibuat baik itu tidak boleh. Investasi masuk itu harus tumbuh bersama-sama, investor tumbuh maka rakyat juga tumbuh. Pemerintahnya juga dapat pendapatan sehingga bisa win win semuanya," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....