Mambosuri sebagai Sarana Pelestarian Budaya Batak
- 27 Jan 2026 11:28 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Tradisi mambosuri tidak hanya dipahami sebagai prosesi tujuh bulanan kehamilan, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya Batak di tengah perubahan zaman.
Melalui pelaksanaan mambosuri, nilai-nilai adat, doa, serta kebersamaan keluarga dikenalkan kepada generasi muda. Tradisi ini juga menjadi momentum berkumpulnya keluarga besar untuk memperkuat ikatan kekeluargaan.
Eda Pita, pemerhati budaya Batak, mengatakan mambosuri memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan adat Batak. Menurutnya, tradisi ini mengajarkan makna kebersamaan dan penghormatan terhadap kehidupan.
“Mambosuri bukan hanya soal tujuh bulanan, tapi juga cara orang Batak menjaga adat dan nilai budaya agar tidak hilang,” ujar Eda Pita dalam siaran Babel Nauli di Pro4 RRI Sungailiat, Senin, 26 Januari 2026.
Sementara itu, Butet, warga keturunan suku Batak, menilai pelaksanaan mambosuri menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal adat istiadat. Ia mengatakan tradisi ini perlu terus dikenalkan.
“Dengan mambosuri, anak-anak muda bisa tahu dan mengenal adat Batak dari keluarga sendiri,” ujar Butet.
Mambosuri menjadi salah satu tradisi adat Batak yang terus dikenalkan sebagai bagian dari identitas budaya dan upaya pelestarian warisan leluhur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....