Pemprov Babel Dukung Revalidasi UNESCO Global Geopark Belitong
- 24 Jan 2026 17:31 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui UPTD Balai Pengembangan Pariwisata Wilayah Belitung turut mendukung persiapan revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp) Belitong 2026.
Untuk mempersiapkan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Babel mengalokasikan anggaran besar untuk mendukung promosi dan infrastruktur geosite, diantaranya Rp223 juta pada tahun 2025 untuk video promosi Geosite. Kemudian, pada tahun 2026 diarahkan pada pemenuhan rekomendasi evaluator UNESCO, terutama pada aspek keterkaitan warisan geologi, hayati, dan budaya sebesar Rp391 juta bersama Pusat Pengembangan Pariwisata Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kepala UPTD Balai Pengembangan Pariwisata Wilayah Belitung, Apri Juliansyah. Ia mengatakan dukungan terhadap geopark menjadi program prioritas Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani dan dilaksanakan lintas sektor.
"Untuk tahun 2026 fokus diarahkan pada pemenuhan rekomendasi evaluator UNESCO, terutama pada aspek keterkaitan warisan geologi, hayati, dan budaya. Kita juga bekerja dengan Pusat Pengembangan Pariwisata ITB untuk penyusunan media interpretasi di sejumlah geosite,” kata Apri Juliansyah pada Sabtu, (24/1/2026).
Kemudian, dari Dinas PUPR Provinsi Bangka Belitung akan mengalokasikan anggaran Rp1,5 miliar untuk perbaikan infrastruktur yang difokuskan pada site yang memang menjadi lokus rekomendasi revalidasi. Kabupaten Belitung di Geosite Gunung Kubing, sedangkan Kabupaten Belitung Timur di Geosite Open Pit Nam Salu, Gunung Lumut dan Tebat Rasau.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Belitung Timur menambahkan dari 10 geosite yang dipersiapkan, Open Pit Nam Salu disebut menjadi salah satu andalan utama Belitung Timur dalam proses revalidasi. Geosite ini dinilai memiliki nilai geologis yang sangat tinggi dan menjadi kekuatan utama kawasan geopark di wilayah tersebut.
"Bukan berarti geosite lainnya seperti Batu Begalang, Gunung Lumut, Burung Mandi tidak menjadi perhatian. Namun, pembenahan akan dilakukan secara bertahap, termasuk pada aspek infrastruktur jalan yang disesuaikan dengan kondisi alam setempat," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....