Puluhan Peserta Ikuti Story Telling Competition Kampung Inggris
- 24 Jan 2026 16:58 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Sebanyak 90 peserta mengikuti story telling berbahasa Inggris dalam Competition yang digelar Kampung Inggris Bangka Belitung, di Graha Maras, Sungailiat, Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi ajang unjuk kemampuan berbahasa Inggris sekaligus melatih kepercayaan diri peserta dalam menyampaikan cerita di hadapan publik.
Ketua Panitia sekaligus Manager Kampung Inggris Sungailiat, Izchy menyebutkan, kompetisi yang berlangsung meriah tersebut diikuti oleh pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA. Tahun ini konsep lomba berbeda dibanding tahun sebelumnya yang berfokus pada pidato.
“Tahun lalu kita lombakan pidato, tapi tahun ini story telling supaya peserta bisa lebih menuangkan ide dan kreativitas mereka,” katanya.
Melalui kompetisi ini diharapkan agar para siswa dapat meningkatkan minat belajar bahasa Inggris sejak dini, sekaligus mengasah kemampuan public speaking peserta.
Melalui lomba story telling, peserta tidak hanya dinilai dari kefasihan berbahasa, tetapi juga ekspresi, penghayatan, serta penguasaan panggung.
“Ajang ini kami gelar sebagai wadah bagi peserta untuk berani tampil dan mengekspresikan kemampuan bahasa Inggris mereka. Antusiasme peserta tahun ini sangat luar biasa,” ujarnya.
Kompetisi ini rutin dilaksanakan setiap enam bulan sekali sebagai wadah pengembangan diri siswa, dan melihat bakat kemampuan para peserta, yang berasal dari Pangkalpinang, Sungailiat, Belitung, hingga Toboali.
Dewan juri yang terdiri dari pengajar bahasa Inggris berpengalaman memberikan penilaian secara objektif dan profesional.
Izchy berharap, melalui kegiatan ini anak-anak semakin berani berbicara dan mampu berkomunikasi dengan percaya diri, termasuk dengan orang luar.
“Siapa tahu ke depan mereka ingin kuliah di luar negeri. Speaking mereka makin lancar, makin percaya diri, dan bisa menuangkan ide kreatif di berbagai aspek,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perkembangan kemampuan peserta, khususnya siswa baru yang awalnya memiliki kemampuan bahasa Inggris terbatas.
“Alhamdulillah sekarang mereka sudah terlatih. Fokus Kampung Inggris Babel memang di speaking, dan yang tampil hari ini sudah sangat keren,” kata Izchy.
Penilaian lomba dilakukan oleh tutor Kampung Inggris atau tim juri netral guna menjaga objektivitas penilaian.
"Alhamdulillah, anak - anak bisa mengikuti selama pelatihan dan pendidikan yang didapat di Kampung Inggris, mereka bisa mengeksplor kemampuan diri masing - masing," kata orang tua siswa Safitri.
Pihaknya berharap kompetisi dapat digelar secara rutin untuk memotivasi anak belajar dan menerapkan fasih berbahasa Inggris.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....