Konsumsi Islami sebagai Benteng Gaya Hidup Konsumtif
- 22 Jan 2026 14:44 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat — Maraknya gaya hidup konsumtif di tengah masyarakat menjadi tantangan serius bagi umat Islam dalam menjaga keseimbangan hidup. Islam hadir dengan konsep konsumsi yang menekankan kesederhanaan, tanggung jawab, dan keberkahan.
Hal ini disampaikan Ustaz Syaiful Zohri dalam kajian Mutiara Pagi RRI Pro 1 Sungailiat, Kamis, 22 Januari 2026.
Menurut Ustaz Syaiful, fenomena belanja berlebihan yang didorong oleh tren dan keinginan sesaat berpotensi menjauhkan manusia dari nilai syukur dan kepedulian sosial. Islam, kata dia, justru mengarahkan umatnya agar konsumsi menjadi sarana menjaga kesehatan, memperkuat iman, dan menumbuhkan empati terhadap sesama.
“Ketika seseorang mampu menahan diri dari sikap berlebihan, di situlah nilai ibadah dan pengendalian diri terbentuk,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsumsi yang beretika akan berdampak langsung pada keseimbangan ekonomi keluarga dan keharmonisan sosial. Dengan menghindari israf dan tabdzir, seorang Muslim dapat mengalokasikan sebagian rezekinya untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Sementara itu salah seorang pendengar RRI Rusli Idan menilai pesan tersebut penting di tengah gempuran iklan dan kemudahan transaksi digital.
"Menurut saya kita harus mulai menyadari perlunya membedakan antara kebutuhan dan keinginan, agar barang yang kita beli benar benar sesuai kebutuhan," ujarnya.
Melalui pemahaman konsumsi islami, masyarakat diharapkan mampu menjadikan kesederhanaan sebagai gaya hidup, bukan keterbatasan, serta menjadikan setiap pengeluaran bernilai ibadah dan membawa keberkahan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....