Industri Pengolahan Sawit Terus Tumbuh di Bangka Belitung

  • 08 Jan 2026 15:01 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Pangkalpinang: Industri pengolahan kelapa sawit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 20 an pabrik Crude Palm Oil (CPO) telah beroperasi di wilayah tersebut.

Menurut Kabid Pengendalian dan Fasilitasi Usaha Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Babel, Wira Purnama jumlah tersebut diprediksi akan terus bertambah dalam waktu dekat.

Wira mengatakan, setidaknya ada tiga perusahaan baru yang saat ini tengah dalam proses pembangunan dan perizinan.

"Kalau bertambah, kemungkinan di tahun ini (2026). Karena ada tiga perusahaan yang sedang proses perizinan dan pembangunan pabrik," kata Wira, Kamis (8/1/2026).

Terkait pengawasan, Wira menjelaskan kewenangan dinas berfokus pada legalitas dan kelengkapan dokumen perizinan industri. Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2025 terhadap 11 perusahaan industri besar, tingkat kepatuhan pelaku usaha di Babel tergolong memuaskan.

"Hasil pengawasan kami di 11 perusahaan industri besar masuk kategori kepatuhan tinggi. Artinya secara dokumen hampir lengkap, meskipun ada beberapa catatan kecil. Penilaian ini kami dasarkan pada standar tool dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kepatuhannya tinggi," katanya.

Mengenai jumlah total industri yang tercatat, Wira menyebutkan ada sekitar 20-an entitas yang terdata dalam Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas). Namun, ia menekankan data tersebut mencakup seluruh perusahaan yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan akun SIINas, baik yang sudah aktif beroperasi maupun yang masih dalam tahap administratif.

"Selama mereka punya NIB dan akun SIINas, datanya masuk ke sana. Namun, untuk memastikan mana saja yang benar-benar aktif di lapangan, kami akan melakukan breakdown atau pemilahan data lebih lanjut," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung, Toto Haryanto Silitonga mengatakan sektor timah masih manjadi penyokong utama ekspor Bangka Belitung.

“Jadi bumper kita untuk menahan ekspor masih dari sektor ekstraktif seperti timah. Timah masih menjadi andalan kita, dan kita tidak pungkiri bahwa harga timah juga masih tetap stabil di atas. Sehingga, sektor ini perlu dipertahankan untuk skala ekonomi yang besar,” kata Toto.

Toto menjelaskan, di bawah timah ada sektor perkebunan minyak kelapa sawit dan lada yang menjadi sektor backup utama ekspor Babel.

“Jika terjadi sesuatu dengan timah, surplus perdagangan kita sebenarnya masih tetap terjaga meskipun tanpa timah. Itulah mengapa kita harus memperkuat kedua sektor ini,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....