Bullying, Persoalan Sosial dan Pendidikan yang Kompleks

  • 29 Nov 2025 15:51 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Belitung Timur: Modus kasus perundungan atau bullying masih menjadi persoalan sosial yang kompleks di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

Guru Bimbingan Konseling (BK) SMP Negeri 3 Gantung Lilis Ernawati mengatakan fenomena gunung es dalam kasus perundungan atau bullying masih terjadi di lingkungan sekolah. Saat ini masih ada siswa yang belum berani melapor ketika mengalami perundungan, sehingga pihak sekolah kerap mengetahui kasus tersebut justru dari teman sebaya korban atau dari orang tua siswa.

"Anak-anak juga dibekali dengan kemampuan daya lenting atau resiliensi agar mampu menghadapi tekanan, sehingga tidak sampai melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri seperti bolos sekolah hingga menyakiti dirinya sendiri," kata Lilis di Manggar, Sabtu (29/11/2025).

Menurutnya, kasus perundungan di sekolah memang tidak bisa dihilangkan seratus persen, namun terus diupayakan agar dapat diminimalisir. Bentuk perundungan yang paling sering terjadi adalah ejekan terhadap nama orang tua.

Untuk itu, pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur telah sepakat melakukan Deklarasi Anti Perundungan yang sudah dilakukan beberapa kali di sekolahnya sebagai komitmen bersama menciptakan lingkungan sekolah yang aman.

Guru BK SMPN 3 Gantung menekankan bahwa dampak perundungan sangat serius, mulai dari menurunnya rasa percaya diri, keengganan untuk masuk sekolah, hingga risiko terburuk seperti keinginan untuk mengakhiri hidup.

“Masih ada anak-anak yang sudah diberi tahu tetapi tetap melakukan perundungan karena menganggap hal itu hanya sebatas bercanda. Mereka kadang tidak menyadari bahwa akibatnya bisa sangat fatal," katanya.

Sementara itu, salah satu siswa SMP Negeri 1 Kelapa Kampit Rener Jonathan Sitorus yang duduk di bangku kelas 2 SMP ini menyuarakan ajakan kepada teman-teman sebayanya untuk membangun suasana pergaulan yang sehat di lingkungan sekolah.

Ia mengajak agar sesama pelajar lebih sering bersosialisasi secara positif, saling menghargai, serta menjauhi segala bentuk bullying maupun ejekan-ejekan kecil yang dapat menyinggung perasaan orang lain.

“Kami sebagai pelajar mengajak teman-teman semua supaya lebih sering bersosialisasi dengan baik, saling menghargai, dan tidak saling mengejek. Karena hal-hal kecil seperti ejekan bisa sangat menyakiti perasaan teman," ujar Rener.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....