Kisah Epik dan Mitologi dalam Seni Pertunjukan Wayang
- 07 Nov 2025 20:56 WIB
- Sungailiat
KBRN, Sungailiat; Wayang, seni tradisional diperingati setiap 7 November. Peringatan wayang disepakati sebagai upaya menghargai warisan budaya Indonesia.
Wayang dalam setiap seni pertunjukannya senantiasa mengisahkan epik dan mitologi. Bagi yang menyimak kisah-kisah pewayangan selalu menyertakan penokohan antagonis dan protagonis.
Wayang yang merupakan seni tradisional Jawa dan Jawa Barat masih populer dan para dalang, alias yang memainkan wayang masih melegenda seperti dalang wayang golek Asep Sunandar Sunarya yang sempat melambungkan seni wayang golek hingga ke internasional. Sementara wayang kulit hingga kini masih tetap digemari masyarakat Jawa.
Pada kesempatan memperbincangkan peringatan Hari Wayang di Pro 4 RRI Sungailiat, seorang pendengar RRI Sungailiat Tri mengatakan pertunjukan wayang tidak hanya sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan hidup yang mengajarkan nilai moral dan kebaikan.
Menurut Tri, peringatan Hari Wayang ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali generasi muda akan kekayaan budaya bangsa yang penuh nilai filosofi. Sementara kepopulerannya, seni pewayangan telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda.
“Kalau kita lihat tokoh-tokoh dalam wayang, seperti Arjuna dan Semar, semuanya punya pesan hidup yang dalam. Saya rasa penting banget mengenalkan wayang ke anak-anak supaya mereka tahu makna dibalik ceritanya, ujar Tri di acara Bedincak Bedaek PRO 4 RRI Sungailiat, Jum’at (7/11/2025) sore.
Sementara itu, pendengar lainnya, Julia menilai bahwa pelestarian wayang perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman agar tetap diminati generasi muda. Julia mengatakan meski wayang sebagai seni tradisional alur cerita epik dan mitologinya bisa dikontekskan pada isu kekinian.
“Sekarang banyak anak muda yang lebih suka animasi atau film. Melalui wayang diingatkan akan keluhuran warisan budaya," kata Julia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....