Harga Ayam Fluktuatif, Pemkot Pangkalpinang Terus Pantau
- 22 Okt 2025 13:37 WIB
- Sungailiat
KBRN, Pangkalpinang: Pemerintah Kota Pangkalpinang memastikan akan terus melakukan pemantauan harga dan distribusi ayam di pasar-pasar utama Pangkalpinang.
Hal itu mengingat kenaikan harga daging ayam ras terjadi di Kota Pangkalpinang dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, dan UMKM (Diskopdag) Kota Pangkalpinang, Andika Saputra, mengatakan pemantauan dilakukan di Pasar Induk Pembangunan dan Pasar Air Itam, guna mencegah lonjakan harga yang lebih tinggi.
"Kami terus melakukan pengawasan agar harga tetap terkendali. Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan pedagang dan daya beli masyarakat,".ujarnya, Rabu (22/10/2025).
Ia menyebutkan bahwa kenaikan harga ayam disebabkan oleh terbatasnya stok ayam di pasaran akibat gagal panen.
"Berdasarkan informasi tim kami di lapangan, stok ayam saat ini memang sedikit karena terjadi gagal panen. Akibatnya, pedagang menjual di kisaran harga Rp40.000 hingga Rp43.000 per kilogram. Namun, kelangkaan ini tidak hanya terjadi di Pangkalpinang, tetapi hampir di seluruh wilayah Indonesia," katanya.
Andika mengatakan pihaknya juga terus memantau perkembangan harga di pasar dan memastikan pasokan ayam tetap tersedia agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Menurutnya, gagal panen ayam bisa disebabkan oleh berbagai faktor, baik dari sisi lingkungan, pengelolaan, maupun kesehatan hewan ternak.
"Dari informasi terakhir distributor, memang stok ayam siap potong yang umurnya cukup dan bobotnya sesuai saat ini sedang sedikit. Ini yang menyebabkan harga naik di tingkat pedagang," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Harga ayam potong di Kota Pangkalpinang mengalami fluktuasi dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan data dari Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, harga ayam potong sempat menembus Rp45 ribu per kilogram, namun kini berada di kisaran Rp38 ribu per kilogram.
Kabid Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida, menjelaskan bahwa kenaikan harga ayam bukan disebabkan oleh faktor tertentu di daerah, melainkan karena pasokan ayam siap potong secara nasional memang berkurang.
“Ini bukan disebabkan karena apa-apa. Secara nasional memang pasokan ayam itu sedikit karena ayam yang cukup umur untuk dipotong juga sedikit, bukan karena hal-hal lain,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....