Alasan Soekarno Diasingkan ke Pulau Bangka
- 07 Agt 2025 21:32 WIB
- Sungailiat
KBRN, Sungailiat : Pengasingan Presiden Soekarno ke Pulau Bangka menjadi strategi politik kolonial Belanda untuk melemahkan pemerintahan Republik Indonesia.
Menurut sejarawan dan budayawan Bangka Belitung, Dato’ Ahmad Elvian, setelah Belanda melancarkan agresi militer kedua pada tanggal 19 Desember 1948, Presiden Soekarno bersama para pemimpin Republik Indonesia ditangkap
dan diasingkan ke berbagai tempat. Bung Karno sendiri dipindahkan ke Pulau Bangka, yang saat itu dianggap sebagai lokasi strategis oleh Belanda untuk menjauhkan tokoh penting dari jangkauan publik dan militer republik.
"Pemilihan pulau Bangka bukan tanpa alasan. Belanda melihat Bangka sebagai wilayah yang terpencil, mudah dikontrol, serta minim perlawanan bersenjata.
Mereka ingin memutuskan semua komunikasi dan pengaruh Bung Karno terhadap jalannya perjuangan nasional, baik secara politik maupun diplomatik," ujar Dato Ahmad Elvian.
Ahmad Elvian menjelaskan jika strategi ini tidak berjalan sesuai harapan. Di tengah pengasingannya, Bung Karno tetap menjadi simbol perjuangan rakyat Indonesia. Bahkan, keberadaannya di Bangka menarik perhatian internasional dan memperkuat posisi Indonesia di meja diplomasi.
"Selama di Bangka, Bung Karno tetap aktif berdialog dengan utusan internasional dan memantau jalannya diplomasi yang berlangsung di luar. Hal
ini membuktikan bahwa meskipun secara fisik terasing, peran Soekarno sebagai pemimpin bangsa tetap hidup dan menentukan," ujar Dato Ahmad Elvian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....