Desa Keciput Jadi Percontohan Nasional Koperasi Merah Putih

  • 17 Jul 2025 13:42 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Belitung : Desa Keciput, Kabupaten Belitung, ditetapkan sebagai salah satu desa percontohan nasional dalam peluncuran Program Koperasi Merah Putih yang akan dilaksanakan serentak pada 21 Juli 2025. Dari sekitar 80.000 koperasi yang ada di Indonesia, Koperasi Merah Putih Desa Keciput terpilih mewakili sebagai model koperasi nasional.

Kepala Desa Keciput, Pratiwi Perucha, menjelaskan bahwa koperasi ini dinilai unggul karena menjadikan sektor pariwisata sebagai fokus utama pengembangan. Meski baru terbentuk, koperasi tersebut nantinya memiliki delapan unit usaha yang bergerak di berbagai bidang seperti peternakan, pertanian, perikanan, jasa boga, agen LPG, hingga layanan perbankan.

"Semua unit ini dirancang untuk mendukung aktivitas desa wisata. Bahkan sektor perikanan kami kembangkan melalui pengelolaan wisata memancing," ujar Pratiwi, Kamis (17/7/2025).

Kapala Desa Keciput.

Ia menyebutkan, koperasi ini merupakan badan usaha baru yang didirikan sebagai model percontohan (mokap) langsung di bawah pengawasan pemerintah pusat. Meskipun belum memiliki modal awal, koperasi tersebut saat ini tengah mengajukan pembiayaan ke Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), dan proposalnya sudah dalam tahap persetujuan.

Selain itu, pemerintah desa turut membantu dengan mendanai proses legalitas koperasi, seperti pengurusan akta notaris. Adapun tiga titik lokasi usaha koperasi tersebar di Simpang Prahu, Pendopo untuk jasa boga, serta di dekat kantor desa yang digunakan sebagai kantor koperasi dan tempat pengolahan hasil perikanan.

Kehadiran koperasi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Mulai dari ketersediaan pupuk dan pakan ternak hingga akses terhadap bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

"Pendekatan multisektor ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan koperasi yang terintegrasi dan berkelanjutan," tambah Pratiwi.

Salah satu warga Desa Keciput, Anto, menyambut baik terbentuknya koperasi ini. Ia menilai keberadaan koperasi tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pokok warga, tetapi juga membuka peluang keterlibatan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam unit usaha yang dijalankan.

"Jadi lebih mudah untuk dapat pupuk atau gas karena ada koperasi. Kami sebagai warga juga bisa ikut terlibat langsung, misalnya di unit boga atau pertanian. Ini sangat membantu," ujarnya.

Program Koperasi Merah Putih sendiri merupakan inisiatif nasional yang digagas oleh Presiden RI untuk memperkuat ekonomi desa melalui koperasi modern dan produktif. Pendekatan multisektor yang dilakukan koperasi ini diharapkan bisa menjadi contoh pengembangan koperasi desa yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....