IDI Bangka Berikan Tanggapan Khusus Kasus Dokter Viral

  • 02 Mei 2025 22:37 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Sungailiat: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bangka memberikan tanggapan khusus terhadap kasus dokter yang viral belakangan ini terjadi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung yang diduga telah melanggar kode etik kedokteran.

Ketua Kode Etik Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bangka, dr. Egha Zainur Ramadani, SPPK, M.Sc mengatakan,dalam menjalankan profesinya, seorang dokter dituntut harus menjalankan tugas dengan mengedepankan aturan kode etik secara maksimal, termasuk tidak membuat kerugian kepada pasien atas tindakan yang dilakukan, apalagi menyangkut permasalahan asusila yang viral.

"Kalau kita berbicara kasus di RSHS itu kan karena konteks yang terjadi dalam wewenang dia sebagai seorang dokter walaupun dia masih PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis), maka dengan berat hati saya harus mengatakan selayaknya memang harus dicabut karena itu adalah kasusnya bukan lagi kesalahan tapi adalah penyalahan wewenang," kata dr. Egha saat diwawancarai RRI, Jumat (2/5/2025).

Dijelaskan, seperti temuan pada kasus viral ini, penyalahan wewenang merupakan hal yang fatal. Sehingga dari Kementerian Kesehatan pun telah mengambil tindakan keras dengan pencabutan izin praktek yang bersangkutan seumur hidup. Dan hal ini adalah hal yang tepat serta menjadi pembelajaran bagi dokter di Indonesia.

"Penyalahan wewenang ini resikonya besar sekali dan potensi terulangnya. Hanya menambahkan pendapat dari sebagaimana yang disampaikan sejumlah media tentu kita harus adil dan bijak untuk hanya melibatkan bersangkutan tidak ikut menyeret-nyeret keluarganya, karena kasus ini keluarganya sudah sampai menanggung," ucap dr. Egha.

Sementara itu, kasus viral ini juga menjadi sorotan dari masyarakat Sungailiat, Siska. Jika seorang dokter sudah berani melakukan hal negatif seperti itu, maka harus adanya penegasan, pengawasan serta perubahan secara menyeluruh. Agar kasus yang sama tidak terjadi dan ditemukan lagi.

"Semoga saja di daerah kita ini tidak ada seperti di Nias ya. Kita sangat khawatir, karena sosok dokter ini adalah orang-orang yang kita percaya untuk menyembuhkan kita dan mereka sudah disumpah dan terlatih, kita berharap ini dapat menjadi perhatian bagi semua tenaga medis kita," ujar Siska.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....