Peusijuek, Tradisi Pernikahan Adat Aceh
- 24 Apr 2025 14:16 WIB
- Sungailiat
KBRN, Sungailiat : Dalam setiap pernikahan adat Aceh, terdapat satu tradisi sakral yang tak pernah dilewatkan yaitu peusijuek. Tradisi ini bukan hanya sekadar simbol, melainkan sarat makna sebagai bentuk doa, restu, dan harapan dari keluarga dan masyarakat kepada pasangan pengantin. Topik ini dibahas dalam acara Begaya di Pro4 RRI Sungailiat, Kamis (24/4/2025).
Menurut Cut Sarah yang merupakan warga asal Aceh yang baru saja melangsungkan pernikahan, peusijuek adalah momen paling mengharukan dalam prosesi adat. "Saat peusijuek dilakukan, rasanya benar-benar terasa kehangatan keluarga. Seolah semua doa baik dikirimkan untuk kami," ujarnya.
Peusijuek biasanya dilakukan oleh tokoh adat atau orang yang dituakan, dengan menggunakan bahan-bahan khas seperti air daun pandan, tepung tawar, dan bunga rampai. Air tersebut dipercikkan ke kepala, bahu, dan tangan pasangan pengantin sebagai simbol penyucian dan harapan hidup yang harmonis.
Sementara Rani, yang juga berasal dari Aceh, menambahkan bahwa tradisi ini merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga.
"Di balik kesederhanaannya, peusijuek mengandung filosofi yang dalam. Ini bukan hanya tentang adat, tapi tentang rasa syukur dan harapan yang dipanjatkan kepada Yang Maha Kuasa," tuturnya.
Meskipun zaman terus berkembang, masyarakat Aceh tetap menjunjung tinggi pelaksanaan peusijuek, bahkan dalam pernikahan yang bernuansa modern sekalipun. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya masih sangat kuat dalam kehidupan masyarakat Aceh.
Tradisi peusijuek menjadi bukti bahwa kearifan lokal tak hanya memperkaya budaya, tetapi juga mempererat tali silaturahmi serta memperkuat nilai spiritual dalam setiap langkah penting kehidupan, termasuk pernikahan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....