Malam Bainai, Tradisi Sakral Menyambut Pernikahan ala Minangkabau
- 24 Apr 2025 01:09 WIB
- Sungailiat
KBRN, Sungailiat : Dalam budaya Minangkabau, Malam Bainai menjadi salah satu prosesi penting menjelang pernikahan. Tradisi ini tak hanya sarat makna, tetapi juga menjadi simbol restu dan kasih sayang keluarga kepada calon pengantin perempuan. Hal ini dibahas dalam acara Begaya di Pro4 RRI Sungailiat, Rabu (23/4/2025).
Malam Bainai biasanya dilaksanakan satu malam sebelum akad nikah. Dalam prosesi ini, kuku jari tangan calon pengantin dihiasi dengan daun inai (bainai) sebagai simbol kecantikan dan kesiapan mental serta fisik menghadapi kehidupan berumah tangga.
Uda Boy, warga asli Minang yang juga pemerhati budaya, mengatakan bahwa Malam Bainai bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nilai-nilai luhur yang terus dijaga turun-temurun. “Ini bukan cuma soal mempercantik calon pengantin. Di baliknya ada pesan restu, harapan, dan doa dari para orang tua dan kerabat,” ujarnya.
Sementara itu, Indah, yang baru melangsungkan prosesi Malam Bainai, mengaku merasakan suasana haru dan kekeluargaan yang kuat. “Waktu orang tua membacakan doa dan membubuhkan inai di jari, rasanya campur aduk. Antara bahagia, terharu, dan makin sadar kalau ini awal dari perjalanan baru,” ungkapnya.
Dalam prosesi tersebut, calon pengantin biasanya mengenakan busana adat Minang lengkap dengan suntiang, diiringi musik tradisional dan nyanyian khas daerah. Nuansa sakral dan hangat begitu terasa, menjadikan Malam Bainai sebagai momen yang tak terlupakan.
Di tengah gempuran modernisasi, masyarakat Minangkabau tetap menjaga tradisi ini sebagai warisan budaya yang patut dilestarikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....