Kemenag Bangka: Jangan Perdebatkan Perbedaan Penetapan Hari Raya
- 20 Mar 2026 12:17 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka mengimbau masyarakat tidak memperdebatkan perbedaan dalam penetapan Hari Raya Idulfitri 1447 hijriah.
Kabag TU Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka yang juga penceramah Ustad Achmad Zakwan menjelaskan, perbedaan dalam menentukan awal Syawal adalah hal yang wajar, mengingat berbagai metode hisab dan rukyat yang digunakan oleh sejumlah organisasi dan komunitas Islam. tetap menjaga persatuan.
“Perbedaan ini bukan untuk dipertentangkan, melainkan harus disikapi dengan kedewasaan dan saling menghormati,” ujar Zakwan kepada RRI, Jumat, 20 Maret 2026.
Ia menekankan bahwa menjaga persaudaraan dan keharmonisan sosial jauh lebih penting daripada perbedaan penetapan hari raya. “Perbedaan itu jangan sampai mejadikan kita saling membenci, tetap menghormati dan menghargai perbedaan itu, yang penting keduanya menjalankan ibadah puasa 29 atau 30 hari, masih dibenarkan Islam,” ucapnya.
Menurut Zakwan, zaman nabi pun, urusan fiqih terjadi perbedaan, meskipun para sahabat, jika ditanya kepada nabi mana yang benar, satu benar dan yang satunya juga benar.
“Jadi dalam urusan fiqih yang sifatnya khilafah, yang dasarnya tetap sama, sumbernya sama, hadisnya sama, seperti penetapan 1 syawal ini, baik hari ini, Jumat 20 Maret 2026, dan Sabtu, 21 Maret 2026, kedua – duanya sama,” kata Zakwan.
Kemenag Kabupaten Bangka mengingatkan masyarakat agar tetap merujuk pada keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Namun demikian, pihaknya menghormati jika sebagian masyarakat memilih mengikuti penetapan dari organisasi keagamaan masing-masing.
Selain itu, Kemenag Bangka mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menerima informasi, terutama yang beredar di media sosial, agar tidak menimbulkan perpecahan. Edukasi keagamaan yang menenangkan dan mengutamakan nilai toleransi menjadi kunci untuk menjaga kerukunan umat di tengah perbedaan.
Dengan imbauan ini, Kemenag berharap seluruh masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan penuh khidmat, tetap menjaga silaturahmi, dan meneladani sikap saling menghormati antarumat beragama.
“Kita setuju dengan penjelasan yang disampaikan pak Zakwan, sehingga perbedaan yang terjadi ini, tidak menjadi perdebatan, apalagi sampai terjadi konflik antar keluarga waktu lebaran,” kata warga Sungailiat Suhaimi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....