Maknai Perubahan Waktu setelah Ramadan dengan Beribadah

  • 16 Mar 2026 15:28 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Bulan suci ramadan akan segera meninggalkamn umat islam. Perubahan waktu dari awal ramadan hingga menuju akhir ramadan, tidak dirasakan atau tidak disadari oleh sebagian masyarakat. Untuk itu umat islam diminta agar dapat memaknai perubahan waktu yang berjalan.

dr. Egha Zainur Ramadani, dalam ceramahnya para program 'Mutiara Pagi' di Pro 1 RRI Sungailiat, Minggu, 15 Maret 2026 mengatakan, perubahan waktu adalah hal yang sudah pasti terjadi. Untuk itu umat islam diminta untuk dapat memaknai perubahan waktu, dengan terus melanjutkan rutinitas ibadah, meski ramadan nantinya telah berakhir.

"Sebagian besar lebih mudah berinteraksi dengan Al-Qur'an yang artinya berarti di bulan-bulan biasa seharusnya mampu. Toh juga ada komunitas yang saling mengingatkan seperti misalnya one day one juz dan seterusnya," kata Egha.

Egha menambahkan, ujian bagi umat islam sesungguhnya adalah ketika bulan syawal telah datang. Karena ketika itu umat akan ditantang untuk dapat melanjutkan kebiasaan ibadah yang sudah berjalan selama ramadan.

"Perubahan menuju takwa itu sekarang. Saat proses ini sedang berjalan atau bisa juga nanti. Ujiannya ketika masuk bulan Syawal dan bulan-bulan berikutnya sampai menyongsong Ramadhan nanti," kata Egha.

Sementara itu salah satu partisipan, Zulfaizar mengatakan, memaknai perubahan waktu dan meningkatkan ibadah dapat dilakukan dengan cara menerapkan budaya malu, termasuk malu kepada Allah Swt ketika akan berbuat dosa.

"Jadi budaya malu ini yang harus ditingkatkan dan dibesarkan agar hidup ini bahagia," kata Zulfaizar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....