Ramadan, Perang Melawan Sikap Konsumtif
- 14 Mar 2026 19:04 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Bangka - Bulan suci Ramadan semestinya menjadi momentum menegakkan motivasi melawan atau perang dengan gaya hidup konsumtif.
Namun harus diakui jika masih banyak umat muslim yang terjebak dalam gaya hidup konsumtif tersebut. Ramadan justru menjadi bulan pelampiasan syahwat boros dan berbelanja.
Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (Mui) Kabupaten Bangka, Syaiful Zohri, Allah Swt., tidak menyukai manusia yang berlebihan dan boros.
| Baca juga: Memahami Tiga Macam Puasa di Bulan Ramadhan |
"Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minum lah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan." (Q.S Al Araf : 31).
Menurut Syaiful Zohri, tantangan paling berat dalam melaksanakan ibadah puasa Ramadan adalah mengendalikan hawa nafsu.
"Memang paling berat itu melawan hawa nafsu kita. Keinginan kita begitu banyak, maka harus menyesuaikan juga dengan kemampuan ekonomi, maka harus dipilah pilih. Mulai penuhi kebutuhan primer seperti kebutuhan pangan pokok, obat-obatan, dan sebagainya, lalu kalau sudah terpenuhi yang primer baru penuhi kebutuhan sekunder, kebutuhan yang dapat memudahkan kita dalam beraktivitas. Terakhir baru kita penuhi kebutuhan tertier, tambahan saja untuk melengkapi," bebernya.
Seorang jema'ah Masjid Agung Sungailiat, Hamdi Dodoy, mengaku masih sering lupa diri dalam mengontrol pengeluaran setiap bulan Ramadan. Dia berharap Ramadan kali ini dia bisa menjadi lebih bijak dalam mengontrol diri dalam memenuhi kebutuhannya.
"Jujur saya ini belum punya bini Bang, bujangan. Tapi pengeluaran mungkin ngelebihin orang yang sudah berkeluarga. Pelan-pelan belajar lah ngontrol keuangan ya jangan sampai boncos seperti tahun-tahun sebelumnya, apa saja mau dibeli, sampai habis-habisan terkadang. Semoga jadi lebih baik lah, aamiin," tekadnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....