Refleksi Nuzulul Qur’an, Umat Diajak Pahami Al-Fatihah dan Kasih Sayang Allah

  • 11 Mar 2026 10:31 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Peringatan Nuzulul Qur’an menjadi momentum bagi umat Islam melakukan refleksi diri dan lebih memahami hikmah turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup.

Dalam ceramah agama Dosen Institut As Syukriyah Tangerang Ustad Firdaus Edy Abdullah menyebutkan, umat dapat merenungkan makna mendalam dari Surat Al-Fatihah serta mengenal sifat kasih sayang Allah SWT.

Dalam ceramah tersebut dijelaskan bahwa Al-Qur’an sejatinya merupakan ilmu yang berasal dari Allah SWT dan menjadi pedoman bagi manusia dalam menjalani kehidupan. Salah satu pelajaran penting yang dapat dipetik terdapat dalam Surat Al-Fatihah, yang menjadi pembuka Al-Qur’an dan selalu dibaca dalam setiap salat.

"Mengapa surat Al Fatihah. Umat Islam diajarkan untuk memulai segala sesuatu dengan menyebut nama Allah melalui bacaan Bismillahirrahmanirrahim, agar kita mulai segala sesuatu dengan menyerahkan kepada Allah, yang sifatnya Maha Pengasih dan Maha Penyayang," ujar Firdaus, Jumat, 6 Maret 2026.

Allah ingin kita selalu berinteraksi dengan diri - Nya, Allah ingin kita selalu menggantungkan diri kita kepada Allah.

"Ada 99 Asmaul Husna sifat Allah, tapi kenapa yang kita kenalkan pertama ya Rahman ya Rohim, agar kita mengenal Allah lewat jalur kasih sayangnya," ucapnya.

Dengan mengenal sifat kasih sayang Allah, umat diharapkan semakin dekat dan selalu berinteraksi dengan-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga menjadi pengingat bahwa manusia hendaknya selalu menggantungkan harapan, doa, dan segala urusan kepada Allah SWT.

Momentum Nuzulul Qur’an pun diharapkan tidak hanya menjadi peringatan seremonial semata, tetapi juga menjadi ajakan bagi umat Islam untuk lebih mendalami isi Al-Qur’an, memahami maknanya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bupati Kabupaten Bangka memberikan tanggapan positif terhadap ceramah agama dalam rangka refleksi Nuzulul Qur'an yang mengajak umat untuk lebih memahami makna Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara Bupati Bangka Fery Insani menuturkan, peringatan Nuzulul Qur’an bukan hanya sekadar seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi diri dan memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an.

"Kita harap kegiatan kajian, majelis taklim seperti ini dapat lebih intens, dan semangat ibadah kita tidak pernah berkurang untuk mendekatkan diri kita kepada Allah," kata Fery.

Menurutnya, momentum Nuzulul Qur’an dapat memperkuat semangat masyarakat untuk membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, sehingga nilai-nilai kebaikan, kasih sayang, dan kebersamaan semakin tumbuh di tengah masyarakat.

“Semoga melalui peringatan ini, kita semua semakin dekat dengan Al-Qur’an dan mampu menjadikannya sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang lebih baik, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....