Jaga Lisan saat Berpuasa

  • 04 Mar 2026 15:31 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat – Orang menjaga lisan saat berpuasa menjadi salah satu bentuk kesempurnaan ibadah Ramadan. Hal ini dibahas dalam program Tauladan Pro 2 RRI Sungailiat yang mengangkat tema 'Menjaga Lisan Saat Puasa (Gosip, Hoax, Emosi)' yang menghadirkan Muhammad Yahya, S.Pd, Anggota LPPKS BKPRMI.

Dalam dialog tersebut, Muhammad Yahya menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan ibadah yang mendidik jiwa serta melatih pengendalian diri, termasuk dalam menjaga ucapan.

“Puasa itu bukan hanya menahan makan dan minum. Tapi bagaimana kita mampu menahan hawa nafsu, termasuk lisan dari gibah, hoaks, dan emosi,” jelasnya pada Selasa, 3 Maret 2026.

Ia mengutip Surah Al-Hujurat ayat 12 yang mengibaratkan gibah seperti memakan bangkai saudara sendiri. Namun, menurutnya, dalam kehidupan sehari-hari gibah kerap dianggap hal biasa dan bahkan dibungkus dengan kalimat-kalimat yang terkesan sepele.

Menanggapi pertanyaan pendengar Irene yang bertanya tentang orang yang bergibah tetapi mengawalinya dengan kalimat “bukan bermaksud gibah” atau “bukan mau ngomongin si A”, Muhammad Yahya menegaskan bahwa hal tersebut tetap termasuk gibah.

“Kalimat pembuka seperti itu tidak mengubah substansi. Jika yang dibicarakan adalah aib atau keburukan orang lain, meskipun benar, tetap masuk kategori gibah. Justru sering kali kalimat-kalimat seperti itu menjadi pembungkus agar terlihat seolah-olah bukan gibah,” tegasnya.

Selain gibah, ia juga menyoroti bahaya hoaks di era digital. Menurutnya, penyebaran informasi tanpa tabayun dapat memicu fitnah dan memperkeruh keadaan, apalagi saat emosi tidak terkendali.

Menurutnya, puasa sejati bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan, pikiran, dan emosi agar ibadah Ramadan lebih bermakna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....