BI Babel Siapkan Uang Baru untuk THR
- 28 Feb 2026 07:00 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Kebutuhan masyarakat akan uang rupiah baru untuk keperluan THR (Tunjangan Hari Raya) terus meningkat. Menyikapi hal tersebut, Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (BI Babel) telah menyiapkan uang pecahan baru dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Lebaran.
BI Babel menyediakan berbagai pecahan uang rupiah baru, mulai dari nominal kecil hingga besar, guna memudahkan masyarakat dalam berbagi THR kepada keluarga dan kerabat. Penukaran dilakukan secara resmi dan terjadwal agar lebih tertib serta menghindari antrean panjang.
Untuk melakukan penukaran uang baru di BI, masyarakat diwajibkan mendaftar terlebih dahulu melalui aplikasi atau situs resmi PINTAR milik Bank Indonesia di https://pintar.bi.go.id. Melalui laman tersebut, masyarakat dapat memilih lokasi dan jadwal penukaran yang tersedia sesuai kuota yang dibuka. Setelah mendaftar, penukar wajib membawa bukti pemesanan serta KTP saat datang ke lokasi layanan kas keliling atau kantor perbankan yang ditunjuk.
Antusiasme masyarakat terhadap penukaran uang baru ini juga menjadi perbincangan dalam program Ngopi Pagi Pro 4 RRI. Sejumlah warga menyampaikan tanggapannya terkait mekanisme penukaran yang kini banyak dilakukan secara daring melalui aplikasi.
Sri Atun, warga Perlang, mengaku dirinya tidak pernah mengantre langsung atau mendaftar melalui aplikasi untuk mendapatkan uang baru. Ia memilih cara yang lebih praktis sesuai dengan kondisinya.
“Saya biasanya menukarkan lewat keluarga yang bekerja di perbankan. Bukan karena tidak mau antre, tapi kondisi fisik saya memang tidak memungkinkan untuk ikut antre atau daftar sendiri,” ujarnya.
Menurut Sri Atun, keberadaan keluarga yang bekerja di sektor perbankan sangat membantunya setiap menjelang Lebaran. Dengan begitu, ia tetap bisa mendapatkan pecahan uang baru untuk dibagikan sebagai THR tanpa harus mengalami kelelahan akibat antrean panjang.
Hal senada juga disampaikan Syakban. Ia mengaku tidak mengurus penukaran sendiri, melainkan menitipkan kepada putranya.
“Biasanya saya titip anak saya untuk penukaran uang baru. Dia lebih paham cara mendaftarkan lewat aplikasi,” katanya.
Dengan berbagai cara yang ditempuh masyarakat, baik melalui pendaftaran aplikasi maupun bantuan keluarga, kebutuhan uang rupiah baru untuk THR tetap dapat terpenuhi. BI Babel pun mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan resmi yang tersedia dan tidak menggunakan jasa penukaran ilegal demi keamanan dan kenyamanan bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....