Mengatur Pola Tidur Sehat Selama Ramadan

  • 25 Feb 2026 08:47 WIB
  •  Sungailiat

RRI..CO.ID, Sungailiat - Perubahan jadwal makan dan aktivitas kerap berdampak pada pola tidur masyarakat di Bulan Ramadan. Waktu sahur yang lebih awal membuat jam istirahat berkurang, sementara aktivitas kerja tetap berjalan normal. Kondisi ini jika tidak diatur dengan baik dapat menurunkan konsentrasi, daya tahan tubuh, hingga produktivitas harian.

Menurut dr. H. Rachmadoni dari Klinik Syafie Pratama Sungailiat, menjaga kualitas tidur selama Ramadan sama pentingnya dengan menjaga asupan nutrisi. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan tidur orang dewasa rata-rata 7–8 jam per hari tetap harus dipenuhi, meskipun waktu tidurnya bisa dibagi.

“Tidur malam boleh lebih singkat karena sahur, tetapi bisa ditambah dengan power nap 20–30 menit di siang hari,” ujarnya.

dr. Rachmadoni menekankan pentingnya tidur lebih awal agar tubuh memiliki cukup waktu untuk beristirahat sebelum bangun sahur. Ia juga menyarankan agar masyarakat menghindari konsumsi kafein berlebihan setelah berbuka, terutama menjelang malam, karena dapat mengganggu kualitas tidur. Selain itu, penggunaan gawai sebelum tidur sebaiknya dibatasi untuk membantu tubuh lebih cepat rileks.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kurang tidur secara terus-menerus dapat memicu penurunan sistem imun, mudah lelah, hingga gangguan suasana hati. Dalam jangka panjang, pola tidur yang buruk selama Ramadan justru bisa membuat ibadah menjadi tidak optimal karena tubuh terasa lemas dan sulit fokus.

Dira (29), seorang aparatur sipil negara (ASN), mengaku sempat kesulitan mengatur waktu tidur di awal Ramadan tahun ini. Ia harus tetap masuk kantor pukul 08.00, sementara aktivitas ibadah malam membuatnya tidur lebih larut.

“Awalnya saya sering mengantuk saat rapat dan kurang fokus bekerja,” tuturnya.

Namun, setelah mencoba tidur lebih awal dan memanfaatkan waktu istirahat siang untuk tidur singkat, kondisinya membaik. Dira juga mulai mengurangi kebiasaan bermain ponsel setelah tarawih dan memilih langsung beristirahat agar tidak terlalu larut.

“Sekarang badan terasa lebih segar dan tetap produktif,” katanya.

dr. Rachmadoni mengingatkan bahwa kunci menjaga kesehatan selama Ramadan bukan hanya pada pola makan, tetapi juga manajemen waktu istirahat. Dengan tidur yang cukup, pola hidup teratur, dan keseimbangan antara ibadah serta aktivitas harian, masyarakat dapat menjalani bulan suci dengan tubuh yang tetap sehat dan bugar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....