Kejuaraan Akuatik Tekankan Sportivitas dan Proses Pembinaan Atlet
- 08 Agt 2026 15:56 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Kejuaraan akuatik yang digelar di Kabupaten Bangka tidak hanya menjadi ajang memperebutkan medali, tetapi juga momentum para atlet mengukur kemampuan diri, Sabtu 8 Agustus 2026.
Olahraga renang merupakan olahraga terukur yang fokus pada kecepatan maupun ketepatan waktu.
Ketua Pengurus Provinsi Akuatik Indonesia Kepulauan Bangka Belitung (Pengprov Akuatik Babel) Kwartanto, menekankan kepada seluruh atlet tetap mengedepankan semangat, disiplin, dan sportivitas selama mengikuti pertandingan.
Menurut Kwartanto, keberhasilan seorang atlet tidak semata-mata ditentukan dari jumlah medali yang berhasil diraih. Lebih dari itu, proses panjang yang dijalani atlet selama latihan dan pembinaan menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju prestasi.
“Dalam kejuaraan ini kita tidak membahas tentang medali yang kita dapatkan, tetapi proses yang adik-adik jalankan,” kata Kwartanto.
Ia menjelaskan, proses ini mencakup berbagai hal, mulai dari ketekunan dalam menjalani latihan, kedisiplinan, hingga kemampuan atlet untuk bangkit ketika menghadapi kegagalan.
Bagi Kwartanto, kegagalan dalam pertandingan bukanlah akhir dari perjalanan seorang atlet. Sebaliknya, pengalaman harus dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kemampuan dan meraih hasil yang lebih baik pada pertandingan berikutnya.

Ia juga berpesan kepada para atlet yang berhasil melaju ke babak final agar tidak takut menghadapi kekalahan. Menurutnya, keberanian untuk bertanding dan memperoleh pengalaman merupakan bagian penting dalam proses pembentukan mental seorang atlet.
“Saya berharap para finalis jangan takut untuk kalah. Karena event ini tidak hanya mencari siapa yang terbaik, tetapi bagaimana event ini menjadi tolok ukur untuk mengukur kemampuan, bagaimana mempercepat catatan waktu, mencari pengalaman, dan melihat catatan waktu sebagai implementasi yang dilakukan selama ini,” ujarnya.
Ia menyebut kejuaraan tersebut sebagai salah satu event besar yang pernah diselenggarakan di Kabupaten Bangka.
“Yang paling penting adalah bagaimana adik-adik menjalani proses, terus berlatih, disiplin, dan mampu bangkit dari kegagalan,” pungkasnya.
Peserta kejuaraan renang Razik mengaku, meski target utama bisa meraih juara, namun dirinya siap menerima kekalahan.
“Kalau tidak menang, tidak apa-apa, yang penting harus terus berlati untuk meningkatkan kemampuan diri,“ kata Razik.
Meski terkadang latihan terasa sulit, Razik kini telah mampu menguasai empat gaya renang, yakni gaya dada, gaya bebas, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....