Kemenko Polkam RI Apresiasi Kinerja TNI AL Gagalkan Penyeludupan 75,7 Ton Timah
- 19 Agt 2026 17:26 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung - Tim gabungan TNI Angkatan Laut menggagalkan upaya penyelundupan 75,7 ton pasir timah ilegal wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diduga akan dikirim ke Malaysia.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Kemenko Polkam RI), yang menilai penindakan tersebut sebagai langkah cepat dan terukur dalam mencegah kebocoran komoditas strategis Indonesia.
Sekretaris Kemenko Polkam RI yang diwakili Staf Ahli Menko Polhukam Bidang Kedaulatan Wilayah dan Kemaritiman, Laksamana Muda TNI Agoeng Mohammad Kancana mengatakan, tim gabungan Satgassus Timah Pusintelal, Sintel Sektor III dan Lanal Babel berhasil mengamankan 75,7 ton pasir timah, satu unit truk Hino serta empat orang terduga pelaku.

"Pemerintah memberikan apresiasi terhadap langkah cepat dan terukur yang dilakukan tim gabungan TNI Angkatan Laut dalam menggagalkan upaya penyelundupan pasir timah ilegal ini," kata Agoeng dalam konferensi pers di Posal Pulau Mendanau, Tanjungpandan, Rabu 19 Agustus 2026.
Berdasarkan perhitungan sementara, pasir timah yang diamankan tersebut memiliki potensi kerugian negara sekitar Rp76,04 miliar.
"Penindakan tidak boleh berhenti pada pengamanan barang bukti dan pelaku di lapangan," ujarnya.
Menurut Agoeng, keberhasilan tim gabungan TNI AL tersebut menjadi bukti kehadiran negara dalam melindungi sumber daya alam Indonesia dari aktivitas ilegal.

Diberitakan sebelumnya, TNI Angkatan Laut mengungkap rangkaian penindakan terhadap dugaan penyelundupan pasir timah ilegal di lima lokasi berbeda di Bangka Belitung pada 2 hingga 13 Agustus 2026.
Dari rangkaian penindakan tersebut, TNI AL mengamankan sekitar 75,7 ton pasir timah dengan estimasi nilai mencapai Rp76,04 miliar.
Panglima Komando Armada Republik Indonesia, Laksamana Madya TNI Dr. Danih Hendrata mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan hasil operasi yang didukung informasi intelijen dan dilakukan secara berkelanjutan.
Danih menegaskan, TNI AL akan terus meningkatkan pengawasan melalui kegiatan intelijen, patroli dan kehadiran unsur di wilayah yang dianggap rawan penyelundupan.
"Laut Indonesia bukan jalur bebas untuk menyelundupkan kekayaan alam bangsa. TNI Angkatan Laut akan terus hadir mencegah, mengawasi, dan menindak tegas setiap pelanggaran hukum di laut demi melindungi sumber daya alam dan kepentingan nasional," tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....