Presiden Instruksikan Usut Tuntas Tambang Ilegal dan Penyelundupan di Babel

  • 14 Agt 2026 11:04 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menginstruksikan pembersihan total terhadap praktik tambang ilegal, penindakan tegas oknum aparat penegak hukum, hingga pemberantasan penyelundupan timah di Bangka Belitung.

Hal itu disampaikan Presiden dalam Pidato Kenegaraan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat 14 Agustus 2026.

Di hadapan para anggota MPR, DPR, DPD, serta pimpinan lembaga tinggi negara, Presiden menyoroti maraknya keberadaan sekitar 1.000 tambang ilegal di Babel. Kepala Negara mempertanyakan fungsi pengawasan dan meminta Panglima TNI serta Kapolri untuk menindak tegas oknum yang terlibat maupun membiarkan praktik haram tersebut.

"Usut! Masa 1.000 tambang, pejabat TNI dan pejabat Polri tidak tahu? Untuk apa negara kasih pangkat, kasih jabatan kalau mereka-mereka tidak bisa menertibkan ini?,” kata Presiden Prabowo.

Presiden menekankan pentingnya kepemimpinan yang berani dalam menegakkan disiplin internal.

"Pemimpin yang baik, komandan yang baik adalah yang berani menertibkan anak buahnya sendiri. Kadang-kadang kita sedih, anak buah yang kita sayang, yang baru saja kita beri bintang, naikin pangkat, harus kita tindak. Tapi demi rakyat, demi negara, demi bangsa, harus kita lakukan," ujarnya

Selain sektor pertambangan, Presiden Prabowo juga mengarahkan perhatiannya pada sektor penerimaan negara dan perbatasan. Secara khusus, ia meminta Menteri Keuangan menertibkan jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta memperketat pengawasan di wilayah rawan.

"Menteri Keuangan, usut Bea Cukai juga! Tugasmu menjaga itu penyelundupan, kenapa masih banyak penyelundupan di situ?" ujar Presiden.

Presiden menambahkan masyarakat Indonesia saat ini semakin kritis dan berdaya seiring dengan meluasnya akses informasi.

"Rakyat kita sekarang tidak mau terima ketidakadilan. Tidak mau melihat lagi penyelewengan. Mereka bukan bodoh, mereka pintar. Bahkan masyarakat di lapisan terbawah sudah punya gadget semua,"katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....