Harkitnas 2026, Jaga Tunas Bangsa demi Kedaulatan Negara
- 20 Mei 2026 13:44 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Bangka - "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara". Demikian tema yang dipilih pemerintah dalam Peringatan ke-118 Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun 2026.
Tema ini sejalan dengan filosofi yang merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi oleh seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama melalui perlindungan para tunas bangsa.
"Tema ini juga menegaskan pentingnya kemandirian sebagai negara yang berdaulat. Eebagaimana amanat pendiri bangsa, kemajuan sebuah negara tidak ditentukan bantuan pihak lain, melainkan oleh keteguhan hati rakyatnya untuk bersatu dalam satu bisi yang besar, kata Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Viada Hafid, dalam pesannya pada Peringatan ke-118 Harkitnas, Rabu, 20 Mei 2026.
Meutya Hafid menjelaskan, di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, visi kemandirian tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat..
"Kita melihat program makan bergizi gratis kini telah berjalan secara masif di sekolah seluruh Indonesia untuk membangun pondasi fisik generasi masa depan. Langkah ini diperkuat dengan pemerataan akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah-wilayah afirmasi, termasuk perbaikan mutu guru serta penyediaan beasiswa guna memutus ketimpangan kualitas SDM," terangnya.
Sementara, seorang mahasiswa Institut Pahlawan 12 Sungailiat, Hafiza, menyoroti pembangunan kualitas manusia. Di mana pemerintah menurutnya telah menunjukkan kehadiran dan upaya besar dalam perlindungan generasi muda di ruang digital.
"Kita tahu bahwa pemerintah telah memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP Tunas pada awal tahun ini. Itu bagi saya adalah wujud kehadiran negara," ucap Hafiza.
Per 28 Maret 2026, pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital beresiko tinggi lainnya.
"Kebijakan itu sangat tepat ya, generasi saat ini adalah tunas bangsa harus mengakses ruang digital yang sehat, beretika, dan sesuai dengan usia tumbuh kembangnya," pungkas Hafiza.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....