Komnas PA Prihatin banyak 'Bocah Ngelimbang', Pendidikan Terabaikan

  • 02 Mei 2026 15:37 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung Timur - Di Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 ini, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Bangka Belitung prihatin dengan masih banyaknya anak-anak atau bocah yang bekerja di tambang timah inkonvensional (TI) dengan cara 'ngelimbang'.

Akibatnya pendidikan sang anak pun menjadi terbengkalai hingga tak jarang putus sekolah.

"Ketika orang tua menganggap bahwa sekolah itu tidak penting, maksudnya mereka misalnya justru membiarkan anaknya mencari uang di TI-TI, akhirnya mereka putus sekolah, nah di situ sebenarnya ada hak anak yang dilanggar, terabaikan, yakni hak pendidikannya," kata Ketua Komnas PA Bangka Belitung, Imelda Handayani kepada RRI, melalui sambungan telepon, Sabtu, 2 Mei 2026.

Menurut Imelda, pendidikan merupakan hak dasar bagi anak, dan menjadi bekal utama bagi mereka menghadapi masa depan. Namun jika anak-anak dipaksa atau terpaksa mencari nafkah, maka hal itu sama saja dengan mengabaikan hak dasar anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Imelda mengungkapkan kondisi di Kabupaten Belitung Timur kata Imelda, di mana banyak anak-anak putus sekolah karena menjadi korban ketidaktahuan orang tua akan hak anak, bahwa pendidikan itu adalah hak dasar anak yang harus dipenuhi.

“Masih sering kami temui, anak yang kerja karena tidak disupport dari orang tuanya. Jadi mereka menganggap bahwa pendidikan itu tidak penting, padahal itu adalah hak mutlak, hak dasar anak,” ujarnya.

Dirinya berharap, orang tua semakin menyadari jika pendidikan anak bukanlah hal yang sepele, karena itulah modal utama yang harus dimiliki agar dapat bertahan menghadapi perkembangan zaman.

Sementara,seorang anak warga Desa Lalang Jaya, Kecamatan Manggar, sebut saja Rintak, mengaku sudah 2 tahun terakhir putus sekolah. Dia menyebut sejak Ayahnya meninggal dunia tidak ada lagi yang menjadi tulang punggung keluarga.

"Begitu Ayah meninggal saya berhenti sekolah, Ndak ade lagi yang becarik Om, bantu Mamak (tidak ada lagi yang mencari nafkah, bantu Ibu-red)," ucap Rintak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....