Kemunting, Buah Langka Banyak Nama Mulai Sulit Ditemui
- 17 Feb 2025 10:43 WIB
- Sungailiat
KBRN, Sungailiat : Buah kemunting, yang dahulu mudah ditemukan di berbagai daerah, terutama wilayah Suamtera dan Kalimantan kini semakin langka.
Buah kecil berwarna ungu dan hitam pekat ketika matang ini dikenal dengan banyak nama di berbagai daerah di Indonesia, seperti kermunting, harmin, atau karamunting dan Sumani atau Keraduduk dalam bahasa Bangka.
Dalam acara hiburan “Ruang Rindu” Pro 1 RRI Sungailiat yang membahas buah-buahan liar yang biasa dikonsumsi masa kecil Sultan, warga Pangkalpinang melalui sambungan telepon mengungkapkan bahwa dulu kemunting banyak tumbuh liar di kebun dan semak belukar.
“Waktu kecil, kami sering memetik kemunting langsung dari pohonnya. Rasanya manis dengan sedikit rasa sepat, dan sering dijadikan camilan alami, kebetulan saya besar di wilayah singkarak Sumatera Barat, disana kami menyebutnya Sumani, saking banyaknya pohon itu sampai ada nama desanya Sumani” ujarnya.
Senada dengan Sultan, Arum warga Belitung melalui pesan WhatsApp, juga mengenang masa-masa ketika kemunting masih mudah ditemukan.
“Sekarang sudah jarang sekali terlihat. Mungkin karena banyak lahan yang berubah jadi perumahan dan perkebunan sawit dan penambangan timah,” kata Arum.
Ia menambahkan, warga Belitung menyebut buah kemunting ini dengan nama Keremunyongan.
Buah kemunting (Rhodomyrtus tomentosa) dikenal memiliki banyak manfaat. Selain dikonsumsi langsung, buah ini juga diyakini memiliki khasiat untuk kesehatan, seperti kaya akan antioksidan dan baik untuk pencernaan.
Meski mulai sulit ditemukan, beberapa warga masih berupaya menanam kemunting di pekarangan rumah mereka. Seperti yang dilakukan oleh Maria warga Tua Tunu Pangkalpinang, yang merupakan tiga dari 10 partisipan pendengar yang berbagi pengalamannya, dengan buah liar ini.
“Saya coba tanam sendiri, karena dibelakang rumah kawasan hutan dulu banyak, sayangnya tidak berhasil karena sebagian tunas mati dimakan ayam,” kata Maria.
Pelestarian tanaman kemunting menjadi tantangan tersendiri. Jika tidak segera dibudidayakan, bukan tidak mungkin buah ini akan semakin langka dan hanya tinggal kenangan bagi generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....