Jajanan Tradisional sebagai Simbol Identitas dan Kearifan Lokal

  • 22 Jul 2025 19:47 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Sungailiat : Lebih dari sekadar makanan, jajanan tradisional adalah simbol identitas daerah dan warisan kearifan lokal. Setiap sajian memiliki cerita, filosofi, dan nilai sosial yang melekat. Mi ikan, gandasturi, hingga otak-otak bukan hanya enak, tapi juga mencerminkan cara hidup dan selera masyarakat setempat.

Linda, pendengar dari Kecamatan Belinyu, mengatakan bahwa mi ikan di daerahnya bukan sekadar makanan, tapi sudah menjadi bagian dari tradisi keluarga. “Dari kecil sampai sekarang, setiap acara kumpul keluarga pasti ada mi ikan. Rasanya itu seperti pulang,” ujar Linda di acara Bedincak Bedaek RRI Pro4. Selasa, 22/7/2025.

Selain itu Sinta, seorang mahasiswa asal Pangkalpinang, menyebutkan bahwa lewat makanan, ia bisa memahami nilai kesederhanaan dan gotong royong. “Saya pernah ikut bantu ibu-ibu bikin otak-otak untuk acara kampung. Ternyata prosesnya penuh kebersamaan. Di situ letak nilai budaya yang tidak bisa dibeli,” ungkapnya. Jajanan tradisional bukan sekadar rasa, tetapi juga memuat nilai-nilai sosial yang penting untuk dijaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....