Martabak Bangka, Kuliner Lezat dari Pulau Timah yang Mendunia

  • 14 Mei 2025 23:02 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Sungailiat : Siapa sangka, kudapan manis bertekstur lembut dan legit yang kini dikenal luas sebagai martabak Bangka, memiliki sejarah panjang yang erat dengan identitas budaya masyarakat Bangka Belitung. Dari jajanan rumahan hingga menjadi ikon kuliner Nusantara, martabak Bangka terus digemari lintas generasi. Topik ini dibahas dalam acara Begaya di Pro4 RRI Sungailiat, Rabu (14/5/2025).

Menurut Akhmad Elvian, sejarawan sekaligus budayawan asal Bangka Belitung, martabak Bangka pertama kali dikenal di Pulau Bangka pada awal abad ke-18.

“Martabak ini awalnya dibawa oleh para perantau Tionghoa, terutama dari Hakka. Mereka memadukan resep tradisional dengan bahan-bahan lokal, menciptakan adonan kental yang dipanggang di atas loyang besi dan diberi topping manis,” jelasnya.

Ia menyebut martabak Bangka juga dikenal dengan nama "Hok Lo Pan" dalam dialek Tionghoa.

Ciri khas martabak Bangka terletak pada adonannya yang tebal dan berserat, dengan rasa gurih manis yang menggoda. Seiring perkembangan zaman, martabak Bangka mengalami banyak inovasi dari segi isian dan topping.

“Dulu isinya hanya kacang dan gula, sekarang ada coklat, keju, wijen, bahkan green tea dan red velvet,” kata Lia, seorang penggemar martabak Bangka yang mengaku tak bisa menolak varian coklat keju. “Kalau udah coklat keju, apalagi yang lumer-lumer gitu, bikin nagih. Apalagi dimakan pas masih hangat.”

Kini, martabak Bangka tak hanya mudah ditemui di Pulau Bangka, tetapi juga telah menjadi sajian khas yang bisa ditemukan di berbagai kota besar di Indonesia, bahkan mancanegara. Inovasi tanpa menghilangkan cita rasa asli menjadi kunci bertahannya kuliner ini di tengah persaingan jajanan modern.

Martabak Bangka bukan hanya sekadar makanan, melainkan juga bagian dari warisan budaya yang patut dilestarikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....