Pijat Refleksi untuk Mendukung Kesehatan dan Proses Penyembuhan
- 27 Jun 2024 23:28 WIB
- Sungailiat
KBRN, Sungailiat : Masyarakat barangkali sudah tidak asing lagi dengan istilah “reflexology” atau pijat refleksi. Salah satu terapi kesehatan, berfokus dibagian kaki dan tangan, yang terhubung ke organ tubuh lainnya. Tentu pijat refleksi memberikan rasa nyaman, dan ringan pada tubuh. Namun, sebagian orang belum mengenal sejarah perkembangan reflexology ini.
Dalam perkembangan sejarah reflexology atau pijat refleksi sudah ada sejak peradaban kuno di Mesir, Cina, Afrika, dan Indian asli Amerika. Penyebaran refleksi kaki dimulai dari Mesir hingga Eropa lewat kekasisaran Romawi. Sedangkan Asia ke Eropa melewati jalur perdagangan Marco Polo pada 1300 -an, dan perjalanan misionaris Fransiskan. Namun, pada abad 19 belum ada perkembangan yang berarti, hingga Eunice Ingham mengembangkan ilmu pijat refleksi.
Seiring berkembangnya zaman, sebagaian orang mulai menyukai teknik pijat refleksi ini, terutama bagi masyarakat yang menginginkan tubuh kembali rileks dan nyaman serta mengendurkan syaraf-syaraf yang tegang selama beraktivitas.
Salah satu terapis refleksi di kota Sungailiat Ira (36) kepada RRI mengatakan bahwa warga kini mulai banyak beralih ke pijat refleksi dimana teknik pengobatan alternatif yang melibatkan penerapan tekanan pada titik-titik refleksi tertentu pada tubuh. terutama pada bagian kaki, tangan, dan telinga.
“Rangsangan pada titik refleksi tersebut bertujuan untuk merangsang respons tubuh, sehingga dapat meningkatkan proses penyembuhan dan mendukung kesehatan secara keseluruhan, yang jelas untuk melancarkan peredaran darah, mengurangi stress dan kecemasan, baik untuk pengidap diabetes tipe 2 dan banyak manfaat lainnya yang bisa dirasakan masyarakat," kata Ira.
Ia menambahkan dalam sehari dirinya bisa menerima pelanggan untuk pijat sedikitnya 5 orang, menurutnya karena terfokus pada kaki dan tangan biasanya teknik yang digunakan lebih dipusatkan pada titik syaraf tertentu, antara 1-2 jam/orang.
Pijat refleksi didasarkan pada teori bahwa seluruh area tubuh berhubungan dan dapat dipetakan ke area tangan dan kaki. Biasanya, kaki digunakan dalam pijat refleksi, namun dalam beberapa keadaan, tangan atau telinga juga dapat digunakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....