Santriwati Bahrul Ulum Jadi Objek Penelitian Pedikulosis Kapitis Mahasiswa UBB
- 05 Okt 2026 10:42 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Santriwati Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Centre, Kabupaten Bangka, menjadi objek penelitian mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bangka Belitung (UBB) terkait pedikulosis kapitis atau infestasi kutu kepala.
Penelitian yang dilaksanakan pada tahun 2026 ini, mengangkat judul “Hubungan Kebersihan Diri dan Karakteristik Rambut dengan Kejadian Pedikulosis Kapitis pada Santriwati Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Centre Kabupaten Bangka Tahun 2026”.
Peneliti sekaligus mahasiswa Program Studi Kedokteran UBB, Zafirah Rania Widoro, mengatakan penelitian dilakukan karena pedikulosis kapitis menjadi salah satu persoalan kesehatan yang dapat muncul di lingkungan dengan pola hidup bersama, termasuk di asrama pesantren.
"Penelitian kita tidak hanya bertujuan memperoleh data mengenai kejadian kutu kepala, tetapi juga melihat kaitannya dengan kebersihan diri dan karakteristik rambut para santriwati," ujarnya dalam rilis yang diterima RRI, Senin 5 Oktober 2026.
Ia berharap hasil penelitian dapat menjadi dasar dalam upaya pencegahan pedikulosis kapitis di lingkungan pesantren.
“Hasil penelitian ini diharapkan bukan sekadar data, melainkan dasar pencegahan yang nyata bagi seluruh penghuni pesantren,” katanya.
Penelitian didampingi dr. Sanely Risti, M.Biomed. Para santriwati yang terlibat sebagai responden sebelumnya telah mendapatkan penjelasan mengenai tujuan, prosedur, manfaat, serta hak-hak mereka dalam penelitian.
Keikutsertaan responden dilakukan secara sukarela dengan tetap memperhatikan kerahasiaan data dan prinsip etika penelitian.
Kepala Madrasah Bahrul Ulum Islamic Centre, Ustaz Ali Mafrohim, menyambut baik pelaksanaan penelitian tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan lingkungan pesantren dalam meningkatkan wawasan mengenai kesehatan.
Ia menilai ilmu yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah dapat diterapkan secara langsung di tengah masyarakat, sementara warga pesantren mendapatkan pengetahuan kesehatan yang bermanfaat.
“Kami berharap temuan dari penelitian ini dapat menjadi panduan praktis, sehingga kebersihan dan kesehatan para santriwati senantiasa terjaga dengan cara yang tepat,” tutur Ali Mafrohim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....