Efek Stimulan Narkoba Rusak Saraf sejak Awal

  • 10 Sep 2026 08:38 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - "Peredaran narkoba ini kejahatan luar biasa, jadi harus diberantas dengan cara luar biasa. Apalagi efeknya ga main-main," ujar Ramadan, pendengar RRI Pro 1 dalam program Majalah Udara SANKSI.

Peringatan itu muncul setelah BNN Kabupaten Bangka membeberkan bahaya narkotika jenis stimulan. Efeknya bisa merusak sel saraf manusia sejak pertama kali zat masuk ke tubuh.

Penyuluh Narkoba BNN Kabupaten Bangka Dita Febriani menjelaskan, stimulan membuat tubuh seperti kena "kejutan listrik".

"Tapi sebetulnya, justru mengaktifkan hormon dopamin. Jadi memberi kita efek semangat, euforia, bahagia. Akan tetapi efek yang diberikan ini melampaui batas," kata Dita.

Ia menggambarkan, normalnya tubuh butuh 1 gelas dopamin dan serotonin per hari.

"Dengan konsumsi narkotika, efek stimulannya akan menghasilkan 1 liter gelas dopamin sekaligus. Lama kelamaan akan merusak sel saraf manusia," jelas Dita.

Parahnya, karena hormon dipaksa kerja berlebihan, pemakai tidak merasa lelah.

"Tapi karena dopamin dan serotonin kita sedang meningkat kita tidak merasakan kelelahan itu," ujarnya.

Saat efek stimulan habis, hormon akan anjlok. Hasilnya: cemas, depresi, dan kerusakan saraf.

BNN mengimbau masyarakat menjauhi narkoba karena kerusakan yang ditimbulkan terjadi sejak penggunaan pertama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....