Hallo RRI: ODGJ Jangan Dirawat di Rumah, Dinsos Bangka Barat Dorong Rehab Penuh

  • 29 Jul 2026 21:56 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Anak dengan gangguan kejiwaan atau ODGJ di Bangka Barat disarankan menjalani rehabilitasi penuh di panti. Perawatan di rumah dinilai berisiko dan menghambat proses pengobatan.

Hal itu terungkap dalam program Halo RRI, Rabu, 29 Juli 2026, saat Jamil warga Desa Pangkal Beras, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat mengadukan kondisi anaknya, Aldi.

Jamil mengaku kondisi Aldi sudah memprihatinkan. Pada Minggu, 26 Juli 2026 Aldi mengamuk dan membakar tikar-tikar di rumah.

"Saya baru tahu Senin pagi setelah pulang kerja, hingga saat ini belum ada tindak lanjut pihak terkait. Saya sudah membawa anak saya berobat, namun ibunya yang tinggal terpisah kerap membawa pulang Aldi bahkan sampai dipindahkan domisilinya. Hal ini yang membuat pengobatannya terhambat," keluh Jamil.

Achmad Nursyandi, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka Barat, membenarkan Aldi sempat keluar-masuk panti rehabilitasi di Pangkalpinang dan Belitung sejak 2019. Di panti, Aldi dikenal kooperatif.

Namun menurut Sandi, ibunya sering menjemput Aldi sebelum masa rehabilitasi selesai dengan alasan ingin merawat.

"Saya sudah berkomunikasi dengan Kepala Desa Pangkal Beras. Nanti kita coba pendekatan, cek lokasi bersama tim, dan menanyakan komitmen keluarga Aldi seperti apa. Kalau mereka berkenan Aldi direhab penuh, kami sarankan selesaikan rehabnya. Kita asesmen ulang Aldi di RSJ, lalu baru dilakukan langkah lanjut apakah pihak panti menerima. Kalau tidak, bisa kembali ke keluarga," ujar Sandi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....