Dinkes Beltim Catat 170 Temuan Kasus TBC pada Semester I 2026
- 25 Jul 2026 14:14 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur - Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur mencatat 170 kasus TBC sepanjang semester I 2026. Dari jumlah itu, 168 pasien Sensitif Obat (SO) dan 2 pasien TBC Resisten Obat (RO). Kasus tersebar di tujuh kecamatan.
Kepala Dinkes Beltim, Dianita Fitirani menyebut daerahnya masih peringkat ketiga tertinggi kasus TBC se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Dengan populasi sekitar 130 ribu jiwa, angka ini masih tinggi. Target eliminasi nasional itu 65 kasus per 100 ribu penduduk," kata Dianita, Sabtu, 25 Juli 2026.
| Baca juga: Dinkes Beltim Temukan 2 Suspek Campak |
Ia mengimbau masyarakat segera periksa jika ada gejala. "Tuberkulosis adalah penyakit menular, tetapi dapat disembuhkan apabila ditemukan lebih dini dan diobati hingga tuntas," ujarnya.
Menurutnya, Dinas Kesehatan akan terus memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam penanganan TB, sementara pemerintah desa diharapkan berperan aktif dalam mendukung proses pendampingan pasien, edukasi masyarakat, hingga upaya pencegahan di tingkat desa.
Ia pun mengimbau masyarakat yang mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, penurunan berat badan, atau demam yang tidak kunjung sembuh agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
"Langkah paling penting adalah segera memeriksakan diri. Jika sudah terdiagnosis TB, lakukan pengobatan sampai tuntas. Dukungan keluarga dan lingkungan sekitar juga sangat diperlukan agar pasien dapat sembuh," katanya.
Sementara itu, Praktisi dari Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES), Sawidjan Gunadi, menilai keberhasilan eliminasi TB sangat bergantung pada keterlibatan pemerintah desa. Menurutnya, kepala desa memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan dukungan bagi pasien TB tanpa mengabaikan perlindungan kerahasiaan identitas pasien.
"Tidak mungkin Belitung Timur bebas TB kalau desa tidak bergerak. Kepala desa harus menjadi penggerak, memastikan pasien mendapat dukungan dan masyarakat di sekitarnya menjalani pemeriksaan apabila memiliki kontak erat," ujar Sawidjan.
Ia juga berharap pemetaan kasus yang telah dilakukan dapat menjadi dasar bagi desa dan puskesmas dalam mempercepat penanganan TB. Melalui sinergi pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Belitung Timur optimistis upaya percepatan eliminasi tuberkulosis dapat berjalan lebih efektif, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan hingga sembuh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....