Semester I 2026, Kasus Kematian Ibu dan Anak di Basel Meningkat
- 07 Jul 2026 10:49 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Bangka Selatan - Semester I tahun 2026 ini, ada 5 kasus kematian ibu dan 13 kasus kematian bayi di Bangka Selatan. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025 lalu di mana ada 2 kasus kematian ibu dan 8 kasus kematian bayi.
"Angka-angka ini patut menjadi perhatian serius bagi kita semua. Oleh karena itu, upaya nyata untuk menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, sekaligus menekan prevalensi stunting di Kabupaten Bangka Selatan akan terus kita kampanyekan tanpa lelah," kata Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Bangka Selatan, dr. Agus Pranawa, dalam keterangan yang diterima RRI, Senin, 6 Juli 2026.
Sebagai bagian dari upaya menekan angka kematian ibu dan anak serta percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bangka Selatan, Penkab Basel melaksanakan rangkaian kegiatan selama tiga hari. Pada hari pertama, Senin (6/7), dilaksanakan Penggerakan Bumil Sehat. Selanjutnya, pada Selasa (7/7), akan dilaksanakan Penggerakan Cegah Stunting.
"Sedangkan pada hari ketiga, Rabu (8/7), akan digelar Penggerakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) sebagai bentuk kesinambungan intervensi pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak," terangnya.
Sementara, warga Toboali, Linda Jayanti, berharap upaya yang dilakukan Penkab Bangka Selatan mampu menekan angka kematian ibu dan anak.
"Ya kita harapkan bisa ditekan lah angka kematian ibu dan anak ini. Barangkali edukasi kepada masyarakat terutama keluarga yang baru atau rentan ya yang mesti intensif dilakukan," ucapnya. (Ril)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....