Dinkes Bangka Catat 171 Bumil Risiko Tinggi
- 01 Jul 2026 21:49 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat – Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka mencatat sebanyak 171 ibu hamil (bumil) memiliki risiko tinggi per Mei 2026.
Hal tersebut diungkapkan saat rapat koordinasi implementasi jejaring dan supervisi fasilitas layanan dan program gizi, kesehatan ibu anak dan kesehatan reproduksi, di Novilla Resort, Rabu, 1 Juli 2026.
Sekda Bangka Asep Setiawan mengungkapkan, periode Januari hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 1.881 ibu hamil di Kabupaten Bangka. Dari total tersebut sebanyak 9,09 persen atau 171 ibu hamil dengan risiko tinggi.
Risiko tinggi tersebut seperti pre-eklampsi, ketuban pecah dini, ancaman kehamilan, penyakit penyerta (gondok, jantung, hipertensi, ginjal) atau pendarahan dengan plasenta previa.
“Sementara itu, ibu hamil dengan faktor risiko sebanyak 380 orang atau 20,20 persen, dengan faktor risiko usia kurang dari 20 tahun, anemia, anak lebih dari 4, jarak kehamilan kurang dari 2 tahun, tinggi badan 145 cm, kurang energi kronis dan lainnya,” ujar Asep Setiawan.
Sementara itu, pada 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka mencatatkan terdapat tujuh kasus kematian ibu. Hal tersebut menunjukkan tantangan serius dan perlu intervensi mulai dari masa sebelum kehamilan, yaitu pada masa remaja dan calon pengantin.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Nora Sukma Dewi mengungkapkan, seluruh ibu hamil harus terdata dalam SIGIZI Kesga.
"Jadi, sejak pertama kali ibu hamil kontak dengan tenaga kesehatan atau fasilitas kesehatan, datanya sudah tercatat. Jika mereka memiliki faktor risiko atau risiko tinggi, harus mendapat pelayanan yang tidak dasar, tetapi pelayanan dengan kompetensi. Artinya, dipantau langsung oleh dokter atau dokter spesialis,” jelas Nora Sukma Dewi.*
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....