Kurang Tidur Dapat Picu Peradangan Mata
- 30 Jun 2026 21:08 WIB
- Sungailiat
Poin Utama
- Waktu istirahat atau tidur yang kurang dapat memicu munculnya gejala gangguan peradangan pada mata manusia atau episkleritis.
- Episkleritis umumya ditandai dengan mata merah, iritasi, rasa tidak nyaman, dan umunya tidak menyebebkan gangguan penglihatan.
- Munculnya peradangan pada mata sangat berkaitan erat dengan menurunnya daya tahan tubuh seseorang.
RRI.CO.ID, Sungailiat - Waktu tidur atau istirahat yang kurang dapat memicu episkleritis, yaitu gangguan peradangan pada lapisan luar pelindung bagian putih mata.
Kementerian Kesehatan menyebut episkleritis dapat terjadi pada satu atau kedua mata. Gejalanya berupa mata merah, iritasi, dan rasa tidak nyaman. Umumnya kondisi ini tidak menyebabkan gangguan penglihatan.
Dokter Spesialis Mata, dr. Benedicta Wayan Suryani, Sp.M mengatakan, peradangan mata berkaitan erat dengan daya tahan tubuh yang turun. Kurang istirahat menjadi faktor utama pemicu turunnya imunitas.
“Peradangan karena kurang tidur bisa terjadi. Mata dan otak pun butuh tidur cukup, paling sedikit 6 jam sehari. Untuk meredakannya, gunakan obat tetes mata sesuai resep dokter,” katanya.
Selain kurang tidur, kelelahan mata juga dialami pekerja yang lama menatap layar gadget. Ilham, pekerja swasta, mengaku matanya tegang setelah berjam-jam di depan komputer. Ia biasa beristirahat sejenak agar kesehatan mata terjaga.
“Di kantor, lihat komputer kelamaan bikin mata lelah dan sakit. Kalau sudah begitu, saya istirahat lihat tanaman atau merem sebentar,” katanya melalui pesan WhatsApp.
Untuk mencegahnya, dr. Benedicta menganjurkan pasien beraktivitas di luar ruangan, termasuk berolahraga dengan kacamata pelindung guna mengurangi paparan matahari dan angin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....