Pemprov Babel Perkuat Tata Kelola RSUD, Sinergi dengan Tim Visitasi RSCM

  • 30 Jun 2026 06:51 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Pemprov Kepulauan Bangka Belitung memperkuat tata kelola RSUD agar pelayanan kesehatan makin baik. Pemprov menggandeng RSCM

"Kami menyadari tantangan tata kelola rumah sakit saat ini semakin kompleks, mulai dari pemenuhan standar pelayanan minimal, integrasi sistem informasi (SIRS dan SATUSEHAT), hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan akuntabilitas keuangan," kata Pj. Sekda Bangka Belitung, Fery Afriyanto, dalam keterangan yang diterima RRI, Senin, 29 Juni 2026.

Untuk merespons tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyampaikan tiga komitmen utama

Pertama, Pemprov mendukung penuh evaluasi objektif dan rekomendasi tegas dari tim RSCM agar RSUD di Bangka Belitung dapat segera melakukan pembenahan; Kedua, memperkuat peran Dinas Kesehatan Provinsi serta Kabupaten/Kota dalam fungsi pembinaan dan pengawasan, termasuk memastikan akurasi dan ketepatan waktu pelaporan SIRS daring.

"Ketiga, berkomitmen mengalokasikan anggaran dan menyusun kebijakan yang berpihak pada peningkatan sarana, prasarana, serta SDM rumah sakit agar masyarakat Bangka Belitung tidak perlu berobat ke luar daerah," beber Fery.

Sementara, Direktur Keuangan dan BMN RSCM, Tardi mengatakan bahwa tujuan kedatangan tim visitasi dari RSCM adalah untuk berbagi pengalaman mengenai transformasi pengelolaan rumah sakit.

"Kunjungan ini merupakan bagian dari visitasi kami agar dapat mengenal lebih dekat RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno. Kami berharap, melalui diskusi yang lebih intens, kita dapat saling bertukar pikiran. Hal-hal baik yang ada di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo akan kami bagikan kepada RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno, dan sebaliknya," ucapnya.

Ia menambahkan, sesuai dengan mandat Kementerian Kesehatan, tugas timnya adalah melakukan diagnosis yang akurat mengenai kondisi di 10 RSUD, termasuk RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno, serta menyajikan data dan analisis komprehensif agar lebih mudah dipahami oleh pemangku kepentingan di tingkat yang lebih tinggi.

"Kami yakin terdapat banyak praktik baik di RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno yang dapat kami pelajari, sehingga kolaborasi ini dapat memperkuat ekosistem pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia," katanya. (Ril)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....