Capaian CKG Bangka Lampaui Target Nasional
- 11 Jun 2026 01:21 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Program Cek Kesehatan Gratis di Bangka capai hasil bagus. Hingga 8 Juni 2026, 96 ribu warga ikut periksa, capai 61,51 persen target nasional.
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Bangka menunjukkan capaian yang menggembirakan. Hingga 8 Juni 2026, jumlah masyarakat yang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan mencapai lebih dari 96 ribu jiwa atau 61,51 persen dari target sasaran, melampaui target minimal yang ditetapkan secara nasional.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Nora Sukma Dewi, dalam rapat koordinasi, advokasi, dan evaluasi pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Pemeriksaan Kesehatan Gratis yang digelar di Kabupaten Bangka, Rabu, 10 Juni 2026.
Nora menjelaskan, pada tahun 2026 pemerintah pusat menargetkan cakupan pemeriksaan kesehatan gratis nasional sebesar 46 persen dari jumlah penduduk atau sekitar 157.210 jiwa.
“Per tanggal 8 Juni 2026 capaian kita sudah mencapai 61,51 persen atau lebih dari 96 ribu masyarakat yang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Artinya kita sudah melampaui target minimal yang ditetapkan,” ujarnya.
Meski demikian, hasil skrining kesehatan yang dilakukan juga mengungkap fakta bahwa penyakit tidak menular masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Bangka. Hipertensi dan diabetes melitus (DM) atau penyakit gula menjadi faktor risiko tertinggi yang ditemukan selama pelaksanaan program.
Menurut Nora, tingginya kasus penyakit tidak menular tersebut tidak terlepas dari gaya hidup masyarakat, terutama rendahnya aktivitas fisik dan tingginya angka obesitas sentral yang menjadi faktor risiko utama.
“Faktor risiko tertinggi yang ditemukan adalah penyakit tidak menular, terutama hipertensi dan diabetes melitus. Obesitas sentral serta aktivitas fisik yang rendah memiliki hubungan yang sangat erat dengan munculnya penyakit tidak menular,” katanya.
Senada dengan itu, Bupati Bangka Fery Insani mengatakan hasil pemeriksaan kesehatan gratis menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran. Dari hasil koordinasi dengan puskesmas, penyakit tidak menular menjadi kasus yang paling banyak ditemukan di masyarakat.
“Yang banyak terdeteksi adalah hipertensi dan diabetes. Ini berkaitan dengan perilaku hidup sehat dan pola hidup masyarakat. Diabetes ini juga menjadi perhatian karena termasuk penyakit yang memerlukan pengendalian jangka panjang,” ujar Fery.
Melalui program skrining kesehatan, pemerintah dapat melakukan pemetaan kondisi kesehatan masyarakat sehingga langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan lebih efektif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....