Dinkes Bangka Ajak Masyarakat Hapus Stigma Negatif TBC

  • 05 Jun 2026 15:09 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat — Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka mengajak masyarakat menghapus stigma negatif terhadap penderita Tuberkulosis (TBC) karena penyakit tersebut dapat disembuhkan melalui pengobatan yang tepat dan teratur.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Nora Sukma Dewi, mengatakan hingga kini masih banyak masyarakat yang menganggap TBC sebagai penyakit memalukan sehingga penderita enggan memeriksakan diri.

"Masih ada stigma bahwa TBC adalah penyakit kutukan atau penyakit yang harus disembunyikan. Padahal TBC adalah penyakit menular yang bisa disembuhkan dengan pengobatan sesuai standar," ujarnya.

Ia menjelaskan, setelah pasien menjalani pengobatan secara rutin selama dua minggu, risiko penularan akan berkurang secara signifikan. Karena itu masyarakat diminta tidak mengucilkan penderita TBC.

Menurut Nora, dukungan keluarga dan lingkungan menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengobatan yang berlangsung minimal enam bulan.

"Keluarga harus menjadi pengawas minum obat. Jangan sampai pasien merasa sendiri atau putus asa selama menjalani pengobatan," jelasnya.

Dinas Kesehatan juga terus menggencarkan edukasi melalui posyandu, puskesmas, kader kesehatan hingga siaran radio agar masyarakat memahami bahwa siapa pun berisiko tertular TBC tanpa memandang status ekonomi.

"TBC tidak hanya menyerang kelompok tertentu. Semua orang berisiko karena kumannya ada di udara," katanya.

Iwan, pendengar dari Sungailiat, menilai edukasi mengenai stigma TBC sangat penting.

"Masih banyak masyarakat yang takut mengaku sakit TBC. Dengan adanya penjelasan dari Dinas Kesehatan, semoga masyarakat lebih terbuka untuk berobat dan tidak malu lagi," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....