Prevalensi Stunting Meningkat, Pemkab Bateng Lakukan Penguatan Intervensi

  • 17 Mei 2026 21:42 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Bangka Tengah - Prevalensi stunting di Kabupaten Bangka Tengah mengalami peningkatan sebesar 3,74 persen. Angka itu bertolak belakang dengan target pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN 2025–2045 yang menargetkan angka stunting pada 2026 turun menjadi 17,5 persen.

"Kondisi ini memerlukan perhatian serius melalui evaluasi dan penguatan berbagai program intervensi di lapangan,"kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Bangka Tengah, Wiwik Susanti, dalam keterangan yang diterima RRI, Minggu, 17 Mei 2026.

Wiwik menjelaskan upaya Pemerintah daerah yang menjalankan enam pilar strategi nasional percepatan pencegahan dan penurunan stunting 2025–2029.

"Enam pilar tersebut melibatkan setiap elemen lintas sektoral, pemerintah daerah, hingga pemerintahan desa dan kelurahan,” ujarnya.

Sementara, Wakil Bupati Bangka Tengah, sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting, Efrianda menegaskan, bahwa penurunan prevalensi stunting menjadi salah satu indikator prioritas nasional yang harus dicapai secara bertahap dan berkelanjutan. Hal ini menandakan bahwa upaya penurunan stunting perlu mendapatkan perhatian yang lebih serius.

"Dalam hal ini, saya meminta dilakukan evaluasi dan kajian apa saja yang menjadi penyebab stunting di Kabupaten Bangka Tengah terus bertambah," ucapnya. (Rilis)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....