Hari Perawat Internasional: Refleksi Dedikasi dan Penghormatan Perawat

  • 12 Mei 2026 09:22 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID: Sungailiat - Pelayanan rumah sakit menjadi paripurna dengan ditopang para perawat. Bisa dibayangkan, bila masuk rumah sakit; ada gedung ada dokter ahli, alat-alat canggih tapi tidak ada perawat.

Dokter ahli dengan alat-alat canggihnya bisa berhasil memeriksa, mendiagnosa penyakit atau mengoperasi pasien karena keahliannya. Pasca itu semua, kelangsungan hidup pasien dilayani dan dijalankan perawat. Dari pemberian suntik, obat, edukasi, bahkan sampai menggenggam tangan pasien sakaratul maut.

Pada momentum Hari Perawat Internasional setiap 12 Mei, mengingatkan dedikasi perawat tidak disangsikan lagi bahkan sebagian orang beranggapan profesi perawat adalah mulia. Karena menjunjung nilai kemanusiaan, memiliki pengorbanan waktu dan perasaan, selain itu menjaga sumpah profesi dan Kode Etik Keperawatan Indonesia; di antaranya mendahulukan pasien, tidak membedakan suku, agama dan menjaga rahasia pasien.

Hari Perawat Internasional yang diperingati setiap 12 Mei, tanggal dan bulan itu resmi ditetapkan oleh Dewan Perawat Internasional Januari 1974. Dasar penetapan untuk mengenang kelahiran Florence Nightingale, pelopor keperawatan modern. Sosok berjuluk "The Lady with the Lamp". Dia meletakkan dasar perawatan profesional sejak Perang Krimea abad ke-19, dengan mengutamakan standar sanitasi dan nilai kemanusiaan yang menjadi pondasi profesi perawat hingga kini.

Sejak tahun 1974, Refleksi dan ekspektasi di Peringatan Hari Perawat Internasional muncul. Refleksi atau muhasabah bagi perawat dan ekspektasi masyarakat terhadap perawat. Hal itu mengemuka pada obrolan "Ngupi Pagi" di Pro 4 RRI Sungailiat, Selasa, 12 Mei 2026.

Pendengar RRI, Maryati dari Sungailiat melalui telepon mengatakan perawat punya peran penting bagi pasiennya. Perawat dalam pelayanan tetap harus memiliki sentuhan empati di tengah kemajuan teknologi medis.

"Perawat masa kini dituntut cepat karena bantuan alat-alat canggih, namun sisi kemanusiaan jangan sampai luntur. Perawat bukan sekadar pemberi obat, mereka adalah pelipur lara bagi pasien yang sedang berjuang melawan rasa sakit di bangsal-bangsal rumah sakit,'" ujar Maryati.

Sementara ekspektasi pada dedikasi perawat, di antaranya juga mengundang opini pendengar Pro4, Maladi. Ia berpendapat profesi perawat perlu dihormati, bahkan pasien dan keluarganya dipandang perlu memberikan empati kepada sosok perawat.

Menurut Maladi, dedikasi mereka perlu diimbangi antara risiko kerja yang tinggi dengan jaminan kesejahteraan bagi para perawat sebagai garda terdepan kesehatan. Profesi perawat harus dihormati secara nyata melalui pemenuhan hak, perlindungan kerja dan penghargaan yang layak.

"Kita sering melihat mereka bekerja lembur demi nyawa orang lain. Dedikasi perawat saat ini luar biasa, namun pemerintah juga perlu memastikan perlindungan dan kesejahteraan mereka benar-benar terjamin agar pelayanan tetap prima," kata Maladi.

Hari Perawat Internasional 12 Mei merefleksi bisa jadi pengingat; perawat bukan pelengkap, mereka merupakan penopang. Karena rumah sakit tanpa perawat hanya gedung kosong tanpa makna.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....