Dinkes Bangka Lakukan Intervensi Cegah Stunting sejak Dini

  • 17 Apr 2026 14:33 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka melakukan intervensi pencegahan dini kasus stunting dengan mendorong pemeriksaan kesehatan secara rutin pada tahap kehamilan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Nora Sukma Dewi mengatakan, pemeriksaan kesehatan secara rutin pada tahap kehamilan diharapkan mampu membantu memastikan janin berkembang sesuai usia kehamilan, sehingga risiko yang memicu stunting dapat dideteksi dan intervansi lebih awal.

“Pada ibu hamil kita mewajibkan pemeriksaan kesehatan itu sebanyak 6 kali selama kehamilan,” kata Nor Sukma Dewi kepada RRI, Jumat 17 April 2026.

Ia menjelaskan, seluruh layanan kesehatan atau puskesmas di wilayahnya sudah menyelenggarakan dan didukung oleh jaminan kesehatan nasional (JKN), sekaligus memeriksa kepesertaan JKN bagi para ibu hamil ini.

Selain itu, periode intervensi gizi dengan mendorong seorang ibu yang menyusui supaya tetap memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif disertai memantau pertumbuhan anak secara rutin satu bulan sekali di posyandu atau puskesmas.

Pihaknya juga memperkuat koordinasi antar-instansi di daerah guna membantu menurunkan angka kasus stunting yang sangat penting karena tidak dapat hanya dilakukan sepihak oleh Dinas Kesehatan, termasuk dukungan penuh dari aspek lain, seperti ekonomi dan pendidikan.

Menurutnya, sampai saat ini dari 243 balita yang dinyatakan stunting terhitung sampai akhir Februari 2026, didominasi dari keluarga kategori kurang mampu atau masuk keluarga antara desil 1 hingga 5.

Masyarakat menyambut positif langkah Dinas Kesehatan Bangka yang melakukan intervensi pencegahan stunting sejak dini. Program ini dinilai sangat penting karena stunting masih menjadi masalah kesehatan yang berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak.

“Kami berharap upaya ini dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya berupa sosialisasi, tetapi juga disertai pendampingan langsung kepada ibu hamil dan balita,” kata ibu rumah tangga di Bangka Sindi.

Selain itu, dia menilai edukasi mengenai gizi seimbang, pola asuh anak, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin perlu lebih digencarkan hingga ke pelosok desa. Dengan begitu, informasi tidak hanya diterima oleh masyarakat perkotaan, tetapi juga oleh warga di daerah terpencil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....