Dinkes Beltim Perkuat Antisipasi Kasus Campak
- 31 Mar 2026 11:43 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur - Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur (Beltim) memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran penyakit campak. Hal ini dilakukan menyusul adanya edaran dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi terkait kewaspadaan dini terhadap penyakit menular.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Penyehatan Lingkungan (P2PPL) Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur, Supardi mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya puskesmas, untuk meningkatkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan di wilayah kerja masing-masing.
“Pascalibur bersama kemarin, ada beberapa edaran yang menekankan pentingnya antisipasi. Kita minta tenaga kesehatan di puskesmas untuk siaga, terutama jika menemukan gejala yang mengarah ke campak agar segera ditindaklanjuti,” ujar Supardi kepada RRI, Selasa 31 Maret 2026.
Selain itu, Dinkes Beltim juga melakukan pemetaan wilayah berdasarkan capaian imunisasi dasar lengkap (IDL) pada tahun sebelumnya. Wilayah dengan cakupan imunisasi yang masih rendah menjadi fokus pengawasan lebih ketat.
“Campak ini termasuk penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Kalau cakupan imunisasi di suatu wilayah rendah, maka risiko penyebaran akan lebih tinggi. Karena itu kita perkuat pengawasan di daerah tersebut,” jelasnya.
Supardi menambahkan, imunisasi campak secara rutin diberikan pada anak usia 9 bulan hingga 1 tahun. Sementara bagi anak yang belum mendapatkan imunisasi pada usia tersebut, dapat diberikan imunisasi lanjutan atau booster pada usia 18 hingga 24 bulan.
Seorang ibu rumah tangga di Manggar, Rahma, mengaku mulai lebih waspada terhadap kesehatan anaknya. Rahma berharap pemerintah dapat terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya terkait pentingnya imunisasi.
“Kalau dengar ada kasus campak, jadi lebih hati-hati. Anak saya sudah imunisasi, tapi tetap saya jaga, kalau panas atau muncul ruam langsung saya bawa ke puskesmas,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....