Refleksi Hari Perawat Nasional: Tantangan dan Harapan Profesi

  • 17 Mar 2026 22:11 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Tanjung pandan – Peringatan Hari Perawat Nasional ke-52 pada 17 Maret 2026 menjadi momentum penting untuk merefleksikan dedikasi tenaga kesehatan di Indonesia. Hal ini terungkap dalam sesi interaktif di RRI Belitung, Selasa (17/Maret/2026), di mana pendengar memberikan apresiasi sekaligus catatan kritis terhadap profesi perawat saat ini.

Billy, salah satu pendengar yang bergabung melalui sambungan telepon, menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan bagi perawat, terutama yang bertugas di daerah pelosok. Menurutnya, beban kerja perawat harus sebanding dengan perhatian yang diberikan pemerintah.

"Perawat adalah garda terdepan pelayanan medis, namun kita sering melihat ketimpangan kesejahteraan. Harapannya, di usia PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) yang semakin matang, perlindungan hukum dan standar gaji bagi perawat honorer di daerah bisa lebih diperhatikan," ujar Billy dalam interaktif tersebut.

Senada dengan hal itu, Eti, pendengar lainnya, menyoroti aspek humanis dalam pelayanan. Ia merefleksikan bahwa perawat bukan sekadar profesi teknis, melainkan pekerjaan yang menuntut kesabaran dan empati tinggi dalam menghadapi pasien.

"Menjadi perawat itu panggilan jiwa. Dak Gampang. Saya melihat dedikasi mereka luar biasa, tapi tantangan ke depan adalah bagaimana tetap menjaga keramahan dan kualitas layanan di tengah tekanan kerja yang tinggi. Perawat harus terus beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan sisi kemanusiaannya," ungkap Eti.

Peringatan Hari Perawat Nasional tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga langkah nyata dalam memperkuat posisi perawat sebagai mitra strategis dalam sistem kesehatan nasional. Di Kabupaten Belitung sendiri, peran perawat terus dioptimalkan untuk menjangkau layanan kesehatan masyarakat hingga ke tingkat desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....