Pelayanan KB Serentak Beltim Targetkan 295 Akseptor
- 10 Feb 2026 11:57 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur - Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Serentak Tahun 2026 menargetkan 295 akseptor di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) untuk seluruh jenis alat dan metode kontrasepsi. Program ini digelar sebagai upaya memperkuat pengendalian penduduk sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.
Untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar, Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten sudah meninjau langsung pelayanan KB di Pustu ILP Desa Padang, Kecamatan Manggar pada Senin, 9 Februari 2026 kemarin.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Beltim, Ronny Setiawan menjelaskan, pelayanan KB serentak dilaksanakan beberapa kali dalam setahun guna mendorong partisipasi masyarakat dalam program KB.
Menurut Ronny, kegiatan tersebut umumnya digelar pada awal tahun, peringatan Hari Ikatan Bidan Indonesia, Hari Keluarga Nasional, serta Hari Kontrasepsi. Momentum ini dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga.
"Pada dasarnya pelayanan KB dapat diakses setiap saat di fasilitas kesehatan. Namun pelaksanaan serentak menjadi sarana sosialisasi dan edukasi agar jangkauan layanan semakin luas," kata Ronny pada Selasa, 10 Februari 2026.
Ia menambahkan, pada dasarnya pelayanan KB dapat diakses setiap saat di fasilitas pelayanan kesehatan. Namun, kegiatan serentak ini menjadi momentum untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
Sementara itu, Bupati Beltim Belitung Timur Kamarudin Muten menegaskan program KB memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan kesehatan keluarga dan pengendalian penduduk. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah akseptor, tetapi juga kualitas pelayanan serta pemantauan berkelanjutan.
“Program KB ini harus kita dukung bersama. Yang terpenting bukan hanya jumlah akseptor, tetapi bagaimana ibu hamil dan peserta KB bisa terpantau dengan baik melalui pelayanan kesehatan yang optimal, mulai dari desa hingga ke fasilitas rujukan,” ujar Kamarudin.
Bupati juga menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan melalui pendataan dan pemantauan ibu hamil secara optimal. Pemerintah daerah berharap pelayanan KB serentak dapat meningkatkan kualitas kesehatan keluarga dan mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, serta berkualitas di Kabupaten Belitung Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....