DBD di Kabupaten Bangka Capai 20 Kasus
- 01 Feb 2026 20:00 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat: Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Kepulauan Bangka Belitung mendapat laporan temuan kasus demam berdarah dengue di Kabupaten Bangka mencapai 20 orang per minggu ketiga Januari 2026.
Ketua HAKLI Kepulauan Bangka Belitung Boy Yandra mengungkapkan, pihaknya mendapat laporan tersebut dari jajaran Puskesmas yang ada di Kabupaten Bangka. Seluruh pasien telah mendapat perawatan medis dan dilakukan fogging di lingkungan permukiman.
“Dari temuan kasus tersebut, Kecamatan Sungailiat memiliki kasus terbanyak, yakni 6 pasien terutama di Puskesmas Kenanga. Selanjutnya Puskesmas Belinyu 5 pasien, Puskesmas Gunung Muda 2 pasien dan Puskesmas Riau Silip 2 pasien,” ujar Boy Yandra.
HAKLI Kepulauan Bangka Belitung juga telah melihat kondisi lingkungan terdapat sarang nyamuk, akibat sebelumnya terjadi banjir dan genangan air di beberapa daerah.
Boy Yandra mengingatkan agar masyarakat rutin membersihkan lingkungan, menguras bak penampungan air, dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk.
“Pemberantasan sarang nyamuk kita lakukan dengan baik, gotong royong Jumat bersih dan kalau ada warga kita yang terkena demam berdarah berdasarkan hasil laboratorium rumah sakit maka lapor ke RT dan Puskesmas terdekat agar segera dilakukan penyelidikan epidemologi dan selanjutnya dilakukan pemberantasan sarang nyamuk di radius 100 meter dan penyemprotan fogging,” jelasnya.
Dengan berbagai upaya tersebut, HAKLI Kepulauan Bangka Belitung berharap kasus demam berdarah dengue dapat teratasi secara maksimal dan jumlah pasien berkurang bahkan bebas dari penyakit akibat nyamuk Aedes Aegypti.
Sementara itu, sebelumnya Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Anggia Murni menegaskan, bahwa langkah paling efektif dalam memutus mata rantai penularan DBD melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin dan mandiri di lingkungan masing-masing. Terlebih saat musim penghujan banyak ditemukan genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“Kita lihat juga sampah-sampah banyak terus musim hujan kita khawatir. Jadi plastik itu bisa menampung air di situ bisa jadi nyamuk yang 6 bulan lalu bertelur di plastik itu bisa bertahan dan ketika musim hujan menetas telurnya,” ujar Anggia Murni.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....