HAKLI Babel Belum Temukan Kasus Super Flu

  • 30 Jan 2026 22:52 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat: Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Kepulauan Bangka Belitung memastikan hingga saat ini pihaknya belum mendapat laporan resmi mengenai temuan kasus super flu atau infeksi saluran pernapasan berat dari jajaran Puskesmas di Bumi Serumpun Sebalai.

Ketua HAKLI Kepulauan Bangka Belitung Boy Yandra mengungkapkan, pernyataan ini dikeluarkan menyusul kekhawatiran masyarakat terkait super flu yang memiliki gejala lebih berat dan masa penyembuhan yang lebih lama.

Namun begitu, Boy Yandra mengimbau agar masyarakat tetap waspada mengingat kondisi cuaca tidak menentu, serta temuan kasus super flu sudah terjadi di beberapa daerah di luar Kepulauan Bangka Belitung.

“Kalau super flu yang info dari luar itu insya Allah kalau di Bangka belum ada di Puskesmas. Namun kita harus antisipasi, yang pastinya kebersihan harus dijaga dengan baik. Kalau ada orang yang batuk kita harus menggunakan masker agar tidak akan mengganggu orang lain. Kalau sudah ada gejala segera di Puskesmas atau pelayanan kesehatan lainnya,” ujar Boy Yandra.

HAKLI Kepulauan Bangka Belitung juga berkomitmen untuk terus mendampingi pemerintah daerah dalam memetakan risiko kesehatan lingkungan guna mencegah potensi wabah di masa mendatang.

Sebelumnya, Plt Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Nora Sukma Dewi mengatakan, baik di Kabupaten Bangka maupun dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung belum ada data terkait kasus super flu.

Jika terdapat laporan adanya kasus super flu maka Dinas Kesehatan akan berkoordinasi dengan pihak terkait dan memastikan pasien mendapat pelayanan kesehatan, baik di Puskesmas maupun di rumah sakit.

“Kalau memang misal terjadi kita harus segera berkoordinasi dan pasiennya harus mendapat pelayanan kesehatan di Puskesmas maupun di rumah sakit. Kemudian kita juga harus mengenali gejala-gejalanya, kalau dilihat memang serupa tapi tak sama karena inspeksi saluran pernapasan juga sama seperti Covid dan sebagainya,” ujar Nora Sukma Dewi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....