Thinwall, Praktis dan Keunggulannya

  • 13 Jun 2024 09:31 WIB
  •  Sungailiat

KBRN, Sungailiat : Mendekati hari raya Iduladha 10 Dzulhijah 1445 H atau 17 Juni 2024 mendatang, persiapan demi persiapan dilakukan oleh masyarakat kota Sungailiat.

Salah satunya adalah kesibukan yang terlihat di salah satu toko khusus menjual produk plastik atau wadah makanan berbahan dasar plastik. Dari Pantauan RRI banyak masyarakat yang memilih menggunakan mangkok plastik dan thinwall sebagai pengganti wadah makanan sekali pakai.

Thinwall sendiri ditemukan pada awal tahun 2000-an, Thinwall adalah hasil inovasi dalam industri pengemasan makanan. Namun, sejarahnya yang lebih spesifik dan penemu pertamanya masih belum terdokumentasikan dengan jelas.

Penggunaan mangkok plastik atau thinwall pada umumnya membantu masyarakat untuk lebih praktis dalam menyajikan makanan, terutama ketika ada acara pesta bahkan menjamu tamu dalam momen lebaran.

Andi (28) pemilik toko “Nur Cahaya” khusus produk berbahan dasar plastik yang ada di Kota Sungailiat kepada RRI mengatakan, bahwa dalam sehari menjelang lebaran dirinya bisa menjual thinwall sebanyak 500 pcs dengan harga bervariatif tergantung ketebalannya.

“ Kalau mau lebaran seperti ini, banyak yang lebih memilih mangkok plastic, cangkir paper cup bahkan sendok plastik, kalau untuk thinwall kebanyakan dipilih untuk mengganti kantong plastik, untuk wadah daging kurban misalnya," kata Andi.

Sementara Ayu (21) salah satu pembeli mengatakan, membeli thinwall dan mangkok plastik dalam jumlah banyak, mengingat biasanya lebaran seperti sekarang banyak tamu, jadi lebih praktis menggunakan wadah sekali pakai.

“Banyak tamu kadang tidak sempat cuci piring, jalan satu-satunya menyediakan mangkok plastik, cangkir plastik dan sendok plastik, sekali pakai langsung buang, dan hemat waktu, hemat air juga “, ujarnya

Thinwall biasanya terbuat dari bahan polistirena atau polipropilena, dengan ketebalan yang sangat tipis, biasanya kurang dari 1 mm.

Salah satu keuntungan Thinwall adalah kemampuannya untuk didaur ulang, terutama jika dibandingkan dengan plastik konvensional, bahannya dapat terurai secara alami dalam tanah, meskipun proses ini mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama tergantung pada kondisi lingkungan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....