Mengenal Arah Mata Angin Dalam Bahasa Jawa
- 13 Mei 2024 21:42 WIB
- Sungailiat
KBRN, Sungailiat : Begaya (Beragam Budaya) hadir setiap harinya mulai pukul 19.00 sampai dengan 20.00 WIB. Disiarkan langsung oleh Pro4 RRI Sungailiat Bangka Belitung. Begaya Senin (13/5/2024) menghadirkan topik Arah Mata Angin Dalam Bahasa Jawa.
Sampai saat ini, banyak orang Jawa yang masih sering menggunakan mata angin sebagai penunjuk arah, dibandingkan dengan arah kanan atau kiri. Dalam kebudayaan Jawa, arah mata angin mempunyai nilai filosofis yang tinggi. Mata angin dianggap sebagai anugerah pemberian Tuhan agar manusia tidak salah arah.
Arah mata angin dalam bahasa Jawa terdiri dari kulon (barat), wetan (timur), lor (utara), dan kidul (selatan) sebagai empat mata angin utama. Sementara mata angin lainnya yakni lor kulon (barat laut), kudul kulon (barat daya), kudul wetan (tenggara), dan lor wetan (timur laut).
Pendengar Pro4 dari Pemali, Supri menyebutkan bahwa arah mata angin sudah menjadi bagian dari filosofi hidup masyarakat Jawa. Mereka memaknainya sebagai pemberian Tuhan kepada manusia sebagai penunjuk jalan.
"Sebutan mata angin dalam bahasa Jawa juga sering kali disematkan sebagai nama wilayah. Masyarakat Jawa memberi nama banyak daerah menggunakan istilah arah mata angin, misalnya Gunung Kidul dan Kulon Progo. Gunung Kidul karena terletak di sebelah selatan Yogyakarta, sementara Kulon Progo karena terletak di sebelah barat sungai Progo," ujar Supri.
Ditambahkan Supri, selain digunakan sebagai nama jalan atau wilayah, orang Jawa juga menamakan tokoh daerah dengan arah mata angin. Seperti legenda terkenal di pantai selatan yakni Nyi Roro Kidul. Julukan tersebut diberikan berdasarkan lokasi wilayah. Nyi Roro Kidul mendiami pantai selatan yang dalam bahasa Jawa disebut kidul.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....